in

Wisuda ke-87 Udinus: 440 Lulusan FIK Raih Ijazah Blockchain, Siap Bersaing Global

SEMARANG (jatengtoday.com) – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali mencetak sejarah dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Pada hari kedua sekaligus penutupan Wisuda ke-87, sebanyak 440 lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer (FIK) resmi diwisuda dengan inovasi terbaru berupa ijazah berbasis teknologi blockchain.

Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Patra Semarang Hotel & Convention, Kamis (30/4), menjadi momentum penting bagi para lulusan. Mereka tercatat sebagai angkatan pertama di Indonesia yang menerima ijazah digital berbasis blockchain, sebuah terobosan dalam keamanan dan verifikasi dokumen akademik.

Pada periode wisuda ke-87 ini, Udinus secara keseluruhan meluluskan 841 wisudawan dalam dua hari pelaksanaan. Hari kedua diikuti oleh tujuh program studi mulai dari diploma, sarjana terapan, hingga sarjana di lingkungan FIK.

Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju dunia profesional yang sesungguhnya. Ia menyebut Udinus terus berinovasi agar lulusannya mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah integrasi kurikulum berbasis micro-credential melalui kerja sama dengan platform global Coursera. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari dosen di kelas, tetapi juga sertifikasi internasional yang diakui industri dunia.

“Mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh sertifikat internasional sehingga tercipta equal opportunities bagi seluruh lulusan,” jelasnya.

Implementasi kurikulum adaptif tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Bahkan, salah satu lulusan Udinus berhasil mengerjakan proyek profesional bernilai Rp18 juta sebelum resmi diwisuda, menandakan kesiapan mereka memasuki dunia kerja sejak dini.

Ijazah Blockchain Perkuat Keamanan dan Pengakuan Global

Penerapan teknologi blockchain menjadi salah satu keunggulan utama dalam wisuda kali ini. Bersama Indonesia Blockchain Center (IBC), Udinus memastikan setiap ijazah dapat diverifikasi secara instan, transparan, dan diakui secara internasional.

Direktur Utama IBC, Hambali, menyebut bahwa teknologi blockchain telah terintegrasi secara global dan menjadi standar baru dalam validasi dokumen digital.

Tak hanya itu, Udinus juga menjalin kerja sama dengan Dubai Blockchain Center untuk menghadirkan Blockchain Center di kampus mereka. Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem teknologi serta membuka peluang mahasiswa dan alumni menembus industri global.

Kisah Inspiratif Najma: Dari Ragu hingga Meneliti Artificial Intelligence

Momen haru sekaligus inspiratif hadir dari lulusan berprestasi, Najma Amira Mumtaz, perwakilan wisudawan Program Sarjana Teknik Informatika.

Najma mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa ragu saat awal masuk kuliah pada 2022. Namun, berkat ketekunan dan dukungan lingkungan riset di Udinus, ia berhasil lulus tepat waktu dengan berbagai pencapaian akademik.

Ia juga mengikuti program student mobility di Universiti Teknikal Malaysia Melaka dan lulus dengan predikat cumlaude. Tak berhenti di situ, Najma aktif melakukan publikasi riset di bidang Artificial Intelligence.

Ke depan, ia berencana melanjutkan studi magister dengan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan.

Pemain Timnas Indonesia Turut Diwisuda

Wisuda ke-87 Udinus juga semakin istimewa dengan kelulusan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Ia resmi meraih gelar Sarjana Manajemen (S.M.), membuktikan bahwa pendidikan tinggi tetap bisa ditempuh di tengah karier profesional sebagai atlet.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Udinus dalam menyediakan fleksibilitas pendidikan serta dukungan beasiswa, sehingga mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat meraih prestasi akademik tanpa meninggalkan bidang yang digeluti.

Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan mengikuti prosesi Wisuda ke-87 Udinus Semarang.

Dengan inovasi ijazah blockchain, kurikulum berstandar global, serta kisah inspiratif para lulusannya, Udinus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan. (*)