in

Punya Gaji 1 Milyar Dolar per Bulan, Ini Filosofi Bisnis Warren Buffet

Filosofi bisnis Warren Buffet yang sering mengejutkan dan bikin orang penasaran.

foto warren buffet
Warren Buffet punya gaji 1 milyar dolar per bulan. Sukses Warren Buffet berdasarkan filosofi bisnis yang memang brilian. (Image: Inc.)

Warren Buffet punya kekayaan bersih USD 105,6 Billion atau 105,6 milyar dolar. Pria kelahiran 30 Agustus 1930 ini punya gaji 1 milyar dolar per bulan. Dia diakui sebagai investor sukses dekade 60-an.

Warren Buffet kaya karena menjalankan Berkshire Hathaway yang punya belasan perusahaan besar, antara lain: perusahaan asuransi Geico, baterai Duracell, dan jaringan restoran Dairy Queen.

Sejak berumur 11 tahun, Buffet sudah berinvestasi dan pertama kali mengisi berkas pajak pada umur 13 tahun.

Di balik kesuksesan Warren Buffet, ada banyak filosofi bisnis yang sering dikutip orang di mana-mana.

Konsep sukses Warren Buffet yang bisa dijalankan para pebisnis, yang terkenal, adalah “fokus” dan “6 kategori”. Setiap ada pertanyaan rahasia sukses, Warren Buffet selalu mengandalkan kata “fokus”.

Fokus, 6 Kategori

“Taruh semua telur dalam satu keranjang dan perhatikan keranjang itu dengan cermat.”

Artinya, kamu tidak bisa kaya tanpa produk dan layanan. Membuat brand itu harus. Tidak ada orang kaya sukses yang tidak memiliki produk atau keahlian.

Telur itu keahlianmu, produk yang kamu hasilkan, sesuatu yang kamu tawarkan ke orang lain. Kamu menentukan harganya. Satuan, grosir, pelanggan atau tidak, dapat perlakuan dan harga berbeda. Keranjang itu adalah sistemnya, secara keseluruhan. Tanpa sistem, telur kamu bisa hancur, menjadi tidak berguna. Sistem adalah brand kamu. Rencana, perawatan, marketing, sistem magang, gaji, kompetisi, visual image, pengiriman, semua itu brand. Keranjang telur kamu.

“Lebih baik berinvestasi lebih banyak pada ide terbaik pertama kamu daripada ide terbaik kesepuluh kamu.”

Investasi butuh waktu. Brand butuh waktu. Keahlian butuh waktu.

Kebalikannya? Kamu bisa berhenti kapan saja. Mengatakan “Saya gagal” kapan saja. Menunda kapan saja.

Orang tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Yang orang tahu, ketika kamu berinvestasi, menjadi yang pertama, dan mendalami keahlian, itu membutuhkan waktu. Investasi waktu dan keahlian adalah investasi yang sebenarnya.

“Perbedaan antara orang sukses dan orang yang benar-benar sukses adalah orang yang benar-benar sukses berkata -tidak- kepada hampir semuanya.”

Pada suatu hari kawan saya bertanya, “Apa pekerjaanmu di media, selain menulis?”. Saya menjawab, “Pekerjaan saya di media, selain menulis, adalah mengatakan -iya-, -tidak-, dan -nanti-.”. Demikian pula ketika saya belajar.

Ketiga kata itu bicara tentang pekerjaan saya. Keberhasilan pekerjaan saya, seperti pekerjaan orang lain, kalau diringkas, hanya 1 kata: “fokus”.

Kamu punya fokus ketika sudah menentukan prioritas, mana yang akan dikerjakan lebih dulu. Abaikan yang tidak penting bagi energi kamu.

Katakan “tidak” pada hal-hal berbahaya, di luar prioritas, aktivitas yang membuatmu lemah, yang akan menyerahkan benteng pertahanan kamu pada kehendak musuhmu. Katakan tidak kepada musuh impersonal seperti “resistance” (hambatan), keinginan menyalin taktik orang lain, iklan yang menurunkan citra media kamu menjadi media partisan, katakan “tidak” pada tulisan buruk. “Tidak” membuatmu pekerjaanmu punya prioritas, fokus, dan lebih mengarah kepada keberhasilan.

Katakan “iya” pada rencana, tujuan, pembentukan kondisi kreatif, kerjasama menguntungkan, dst.

Katakan “nanti” pada sesuatu yang membutuhkan perbincangan lebih lanjut.

“Jika kamu memiliki 6 bisnis hebat, yang ke-7 pastilah suatu kesalahan.”

Kamu perlu fokus. Cukup tarik perhatianmu pada 6 hal, jangan lebih.

Warren Buffett dan Bill Gates diminta menuliskan 1 kata yang menjadi kunci kesuksesan. Jawaban mereka sama. Kata itu adalah: “fokus”. untuk masing-masing menuliskan satu kata yang mewakili kunci kesuksesan individu mereka, mereka berdua menulis kata fokus .

Coba buat 6 hal yang menjadi prioritas kamu.

Contoh: (1) hubungan dekat, (2) kesehatan, (3) pertumbuhan pribadi, (4) karir, (5) investasi, dan (6) hobi favorit.

Kategori ini sebaiknya berdekatan. Kalau kamu memiliki kategori lain yang menjadi fokus kamu, pastikan kategori ini terpisah dari yang 6 tadi.

Jika kamu buat tambahan, yang terjadi: sebagian dari 6 kategori sebelumnya berada dalam kondisi autopilot. Kita hanya punya sumberdaya terbatas dan fokus yang sering terpecah. Jangan membuat prioritas kamu terhambat.

“Menginvestasikan dirimu adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukkan. Apa saja yang memperbaiki bakatmu.”

Filosofi bisnis Warren Buffet bisa menjadi inspirasi kamu ketika bekerja. Kamu tidak harus menyalin taktik sukses yang dipakai Warren Buffet. Yang terpenting, mengerti “mengapa” dia bisa berhasil. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.