in

15 Hal yang Secara Tak-Sadar Membuat Waktumu Mundur ke Belakang

Betapa seringnya 15 hal ini kamu lakukan. Mulai dari baca informasi usang sampai scroll media sosial.

(Credit: cdd20, Unsplash)

Baca Informasi Usang

Membaca buku yang sudah out of date, infonya tidak sesuai dengan data terbaru. Hasilnya bisa fatal. Misalnya, bicara tentang ekonomi kapitalisme, tetapi tidak melihat ekonomi digital. Akhirnya, uraian panjang bisa berubah mempermalukan diri sendiri, karena tidak memakai referensi terbaru. Termasuk membaca berita. Kamu perlu bertanya, “Ini informasi kapan? Apakah ada update terbaru?”, ketika membaca berita.

Membaca Buku dengan Cepat

Mengulang membaca buku karena kamu kemarin belum memahami isinya. Lebih baik menjadi slow reader dan slow thinker agar tidak mengulang membaca karena belum paham. Baca secara rutin, bukan karena ada tugas. Teknik membaca cepat, memang ada, namun tidak bisa diterapkan untuk semua jenis bacaan. Pelajari bagaimana cara membaca untuk memahami isinya. Sekalipun lama, tidak masalah, namun lakukan terus, sehingga caramu membaca semakin cepat dan lebih memahami isi bacaan. Prioritaskan buku-buku yang bisa mengubah pekerjaan dan hidupmu.

Tidak Mau Move-on

Mungkin karena kamu pernah tersakiti, kamu tidak ingin lagi bertemu dengan orang yang mirip karakter mantan kamu. Itu namanya kamu belum move-on. Mencari pasangan hidup baru, dengan merevisi apa yang kamu benci dari mantan kamu. Itu sama saja dengan memilih yang-sekarang, berdasarkan masa lalu bernama mantan. Kalau mau move-on dan melangkah ke depan, maafkan keputusan yang pernah kamu ambil. Itu adalah dirimu yang kemarin, bukan dirimu yang sekarang. Biarkan mantan menjadi titipan iblis yang sudah expired.

Mengikuti yang Terbaik Milik Orang Lain

Mengikuti apa yanga terbaik dari orang lain. Itu sama saja dengan mengulang hidup orang lain, dengan hidupmu. Termasuk ketika mengikuti nasehat terbaik dari orang lain. Teladan sebaik apapun, biarlah hidup sekali saja, menjadi diri mereka sendiri, sementara itu, jadilah dirimu sendiri dengan hidupmu.

Minta Permisi Orang Lain untuk Kesenanganmu Sendiri

Membutuhkan permisi orang lain untuk mencapai kesenangan. Ini artinya kamu menjalankan selera orang lain melalui hidupmu. Kamu akan mundur jauh ke belakang. Kamu tidak berani nongkrong di kafe untuk belajar bersama kawan-kawanmu, karena pacarmu tidak izinkan itu. kamu tidak berani berenang atau menari, karena pacarmu tidak suka dengan hobi berenang dan menari yang sudah kamu suka sejak kecil. Madonna berkata, “Orang yang perlu dikasihani adalah mereka yang kesenangannya bergantung pada izin orang lain.”.

Menggunjing Orang Lain

Menggunjing orang lain. Menggunjing terlalu banyak bias, terlalu banyak penafsiran. Itu artinya, perlu ada konfirmasi berlapis-lapis hanya untuk memastikan bahwa apa yang kamu bicarakan itu persis dengan kejadian sebenarnya. Nggak ada gunanya sama sekali. Lebih baik lakukan aktivitas lain. Mental kamu akan berada di sekitar konfirmasi fakta, menyayangkan, atau membenci tindakan orang lain, hanya karena kamu menggunjing. Kalau memang ini masalah sosial, menyangkut kedamaian, ketentraman, dan kemakmuran orang banyak, kamu justru harus membahas dan bertindak sampai tuntas.

Memakai Analogi yang Tidak Perlu

Memakai analogi untuk menjelaskan sesuatu yang tidak perlu memakai analogi. Kalau sudah jelas, bahas yang lain. Yang sudah jelas, tidak perlu kamu perbaiki.

Berpikir dalam Bias Kognitif dan Kesalahan Berlogika

Betapa seringnya ini terjadi. Orang berlarut-larut dalam pertikaian, merasa benar, semua itu terjadi karena mereka tidak pernah tahu apa itu bias berpikir dan kesalahan berlogika. Mereka yang tidak pernah mempelajari 2 subject tersebut, dijamin hidupnya habis untuk menjelaskan sesuatu berulang-ulang. Merevisi pikirannya sendiri, karena tidak tahu mengapa ia sering salah dalam berpikir dan memahami sesuatu.

Pakai Aplikasi dan Hadware Versi Lama untuk Pekerjaan Sekarang

Memakai aplikasi versi lama atau hardware versi lama, yang sudah tidak memadai untuk pekerjaan sekarang. Waktu kamu akan habis untuk melihat iklan, loading lama, berputar-putar. Menyelesaikan 30 menit pekerjaan padahal bisa diselesaikan kurang dari 5 menit.
Memilih “bersabar” dan “hemat” ketika menghadapi loading lama. Lihat di mana masalahnya. Belajar mengoptimasi perangkat, tidak butuh waktu lama, namun hasilnya bisa membuat kamu tidak perlu menunggu lama.

Mengkonsumsi Makanan Tak-Sehat

Ini sama saja dengan menabung masalah di masa depan. Banyak orang kaya, atau semula kelihatan sehat, selama masa tuanya habis untuk berobat, habis puluhan juta, dan tidak bisa ke mana-mana karena rasa lezat yang tak-sehat. Biasakan hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat, maka waktumu tidak jalan-di-tempat.

Tidak Mempelajari Manajemen Waktu

Padahal ada ilmunya. Kebanyakan pekerjaan kacau, berasal dari manusia kacau yang tidak bisa mengelola waktu dengan baik. Manajemen waktu bisa kamu pelajari. Manajemen waktu bicara tentang cara menentukan prioritas, fokus, dan bagaimana memanfaatkan waktu.

Mengatasi Masalah Sama dengan Perspektif dan Metode yang Tidak “Work”

Menghadapi masalah yang sama, dengan cara-pandang sama, dan cara-mengatasi yang sama. Kamu butuh penjelajahan, bukan sekadar “seperti kemarin”.

Traveling untuk Melupakan Masalah

Berpergian, menjauh dari masalah, padahal tahu nanti setelah berpergian akan menghadapi masalah yang sama. Yang akan terjadi ketika kamu pulang (kembali), masalahmu belum terselesaikan. Lebih baik, selesaikan masalah, jangan melarikan diri. Mereka yang tidak mengetahui cara berpikirnya, akan menjadi budak “passion”. Hidupnya akan habis untuk mencicipi makanan dan traveling.

Menggarisbawahi Omongan Orang

Menggarisbawahi omongan orang dengan cerita yang bukan milikmu, misalnya, “Kawan saya juga pernah mengalami begini..”. Biarkan orang lain yang sudah berbicara, menjadi orang lain. Sajikan sebagai quote, apa adanya, kemudian tambahkan gagasanmu.

Scroll Beranda Media Sosial Tanpa Tujuan

Hasilnya, kamu akan menolak apa yang tidak kamu suka, lalu berhenti (agak lama) di sesuatu yang kamu suka. Pikiran kamu akan terlatih untuk menolak dan melupakan. Sejak awal kamu sudah ingin “cari hiburan” agar tidak perlu berpikir. Ingat: otak manusia seperti otot. Jika tidak dilatih, ia akan kendor. Jika tujuan awal sudah ingin cari hiburan, menolak yang tidak kamu suka, hasilnya: otak akan terlatih untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak ia suka. Begitu ada saran bagus, namun pada awalnya sudah dirasakan berat, otak akan secara otomatis menolak. Mengapa ini bisa menghentikan waktu? Karena apa yang tidak kamu suka, bisa jadi merupakan jalan panjang menuju kesuksesan kamu. Apa yang kamu raih dengan iseng, hasilnya akan iseng.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.