in

Wahid Foundation Jalankan Program Sekolah Damai di Jawa Tengah

Sekolah Damai Wahid Foundation menjadi program untuk menyemai toleransi dan mempromosikan perdamaian.

Pihak Wahid Foundation bersama Bakesbangpol Jateng menandatangani kerja sama pembentukan Sekolah Damai Provinsi Jateng. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Wahid Foundation akan menjalankan duplikasi Program Sekolah Damai di 70 sekolah tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah.

Kick off meeting pembentukan Sekolah Damai Provinsi Jateng yang bekerja sama dengan Bakesbangpol Jateng itu digelar pada Kamis (22/9/2022).

Direktur Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi mengatakan, Program Sekolah Damai diinisiasi sejak 2017 dan sudah mempunyai 20 mitra sekolah di 4 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jateng.

Sekolah Damai Wahid Foundation menjadi program untuk menyemai toleransi dan mempromosikan perdamaian dalam rangka mencegah intoleransi sejak dini di tingkat sekolah.

Program ini memiliki prinsip dasar yang diturunkan menjadi 3 pilar sekolah damai berupa: pilar kebijakan sekolah, pilar praktik toleransi dan perdamaian, serta pengelolaan organisasi kesiswaan.

“Ketiga rumusan pilar tersebut bertujuan untuk dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan di lembaga pendidikan ke depannya,” ujarnya.

Menurutnya, program Sekolah Damai berawal dari hasil riset Wahid Foundation mengenai tren toleransi sosial keagamaan di kalangan rohaniawan islam (Rohis) di Indonesia yang menyebutkan sebanyak 68% siswa/siswi bersedia jihad ke Suriah, Afganistan, dan Palestina.

Untuk itu, Wahid Foundation memberikan rekomendasi kebijakan strategi nasional pencegahan ontoleransi dan radikalisme salah satunya dengan mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi dalam lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Haerudin Ketua Bakesbangpol Jateng menjelaskan tujuan dibentuknya kerja sama dengan Wahid Foundation untuk menjalankan Program Sekolah Damai.

“Ini untuk menguatkan sekolah agar benar-benar menciptakan situasi sekolah yang damai dan nyaman,” ungkapnya. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.