in

Tren Masa Depan: Pemfilter Realitas

AI sudah terintegrasi ke perangkat rumahan, akan memaksakan batas dunia fisik dan digital. Pemfilter realitas akan menjadi tren masa depan.

(Credit: Wanlee Prachyapanaprai)

Pada 20 September 2023, Amazon sudah mengintegrasikan AI ke dalam sejumlah produk: smart glass, smart home, dan Alexa. Boleh check di Amazon. Meta akan merilis fitur AI dan extended reality (XR).Oktober 2023 Google AI terpasang di ponsel Pixel.

AI akan memaksakan batas dunia fisik dan digital.

Banyak kemungkinan kreatif bisa terjadi. Selain itu, masalah privasi, manipulasi, dan keamanan melekat pada AI.

Konten yang melekat melalui AI bersifat virtual, bukan konten fisik.

Namun ketika ada pengalaman negatif di sana, misalnya tterjadi intimidasi, rasanya semakin nyata.
Yang paling sering, tentu saja, kampanye disinformasi.

Jangan bayangkan “kampanye disinformasi” sebatas hoax. Di mana ada serangkaian tindakan untuk mencapai hasil tertentu, itulah “kampanye”.

Disinformasi itu luas.Menyebarkan klaim palsu tentang penyakit atau obat alternatif tanpa dukungan medis. Menyajikan data statistik rata-rata yang menutupi detail penting. Menahan pemberitaan kerusakan lingkungan hidup. Manipulasi kinerja perusahaan agar harga saham naik. Klaim kualitas produk terbaik untuk mengalihkan pelanggan. Semua itu contoh disinformasi yang bukan-politik.

Persuasi bisa bergeser menjadi “menipu”. Orang bisa melihat perilaku yang lebih intens, di lingkungan imersif, di mana “keinginan” dan “prediksi keputusan” bisa lebih terbaca. Ekspresi, titik yang paling lama dilihat, keyword yang diucapkan, lebih mudah menjadi bahan prediksi atas minat seseorang. Bagi pemasar dan manipulator, ini ilmu pengetahuan.

Detail sensitif seperti demografi, kebiasaan, dan kesehatan pengguna, yang mengarah pada pembuatan profil secara mendetail berdasarkan minat, kepribadian, dan karakteristik pengguna, akan semakin menjadi kawasan yang rentan.

Bukan tidak mungkin, AI yang dirancang merespons pikiran dan tindakan manusia, dapat memanipulasi keinginan manusia. Dia bisa tahu kebiasaan, selera, apa yang tidak kamu suka, dan keinginan yang ingin kamu capai. Permukaan yang cantik.

Disinformasi, memahami, penargetan mikro, mendorong orang ke perilaku kecandian, psikopat, sampai radikalisasi.

Agenda pemerintah, bisa sangat banyak, terkait AI di wilayah privat dan publik.

Pemerintah perlu memikirkan regulasi, bekerja sama dengan perusahaan AI, sekaligus memikirkan mitigasi risiko terkait korban kejahatan AI.

Undang-undang privasi, perlindungan data, kendali pengguna, otoritas konsumen, panduan merek, dll. akan menjadi agenda mendesak jika AI sudah semakin mudah diakses publik. yang kuat yang melindungi data pengguna, mencegah penggunaan data yang tidak terduga, etika, periklanan, dan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna.

Memfilter realitas akan menjadi kebutuhan utama.

Termasuk pendidikan untuk memberdayakan dan membuat masyarakat melek AI. Kita akan sampai pada fase di mana kenyataan yang biasa kita temui dan rasakan, membutuhkan filter, agar orang tahu tentang baik-buruk, nyata atau palsu, asli atau palsu.

Aplikasi pemfilter realitas akan menjadi trend di masa mendatang. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.