in

Tingkatkan Produksi, Petani Sorgum Perlu Pendampingan

Sorgum dipercaya sangat baik untuk penderita diabetes karena rendah gula.

Plt Kadinas Pertanian dan Pangan Agus Herawan. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Sebagai negara agraris, sektor pertanian Indonesia menjadi hal utama dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan. Sehingga Indonesia mampu swasembada beras.

Meskipun sudah swasembada beras, namun masih perlu adanya perhatian karena ketergantungan pangan impor, khususnya gandum atau terigu.

Merujuk data BPS, total impor gandum Indonesia 2021 sebesar 11,6 juta ton. Jumlah yang sangat besar, bahkan hampir 40 persen dari total produksi beras nasional.

Indonesia masih tergantung dari pasokan impor gandum dari 5 penghasil terbesar. Impor gandum Indonesia belakangan ini mencapai 4,3 juta ton, maka dengan situasi tersebut diperlukan langkah untuk menggantikan gandum, contohnya singkong, sagu maupun sorghum.

Meskipun petani sudah biasa bercocok tanam sorghum, tetapi perlu pendampingan penyuluh dalam bertanam sorghum.

Pendampingan diperlukan dari hulu sampai hilir, atau mulai dari proses budidaya, panen, pasca panen, pengolahan sampai dengan pemasaran produk sorghum bahkan  pemanfaatan limbah tanaman sorghum.

“Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras maupun tepung gandum atau terigu. Sorgum kaya akan serat dan protein, sehingga sangat baik untuk yang sedang menjani diet,” kata Agus Herawan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak.

Manfaat lain sorgum, kata Agus, sangat baik untuk penderita diabetes karena rendah gula. Sorghum juga disarankan untuk penderita autis karena non gluten dan dianjurkan bagi penderita kanker karena anti oksidan yang sangat tinggi.

“Areal potensial untuk pertanaman sorgum sebenarnya sangat besar. Pengembangan sorgum sebagian besar ditemui pada lahan kering serta lahan tadah hujan yang memiliki curah hujan pendek atau tidak menyeluruh,” ujarnya.

Sorgum sendiri adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Diterangkan pula bahwa Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% – 7,9% dan 1,1% – 1,23%. Kandungan protein pun seimbang dengan jagung sebesar 10,11% sedangkan jagung 11,02%.

Begitu pula dengan kandungan patinya sebesar 80,42 persen sedangkan kandungan pada jagung 79,95%. Hanya saja, yang membuat tepung sorgum sedikit peminat adalah karena tidak adanya gulaten seperti pada tepung terigu. Masyarakat indonesia sudah tenggelam dalam nikmatnya elasitisitas terigu, karena tingginya gluten, dan inilah yang membuat adonan mie, dan roti menjadi elastis.

Selain itu Sorgum dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena bebas gluten dan memiliki angka indeks glikemik yang rendah sehingga turut mendukung tren gerakan konsumen bebas gluten diet seperti di negara-negara maju. (*)

Ajie MH.