in

TBJT Gelar Woskshop Tari untuk Gali Potensi Seni Budaya di Daerah

Wokshop diikuti perwakilan Seniman Tari, Guru Tari dari kabuapten/kota di Jateng yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah.

SOLO (jatengtoday.com) – Alunan Gamelan laras Pelog dan suara tembang “Muda Gagah Tur Pideksa, Prabawane Mencorong Hanelahi, Dedeg Ira Gung Aluhur, Dasar Wasis Hambeksa, Nenggih Risang Mahendra Kang Setyo Tuhu, Denyo Ngeluri Budaya, Pinusti Lahir lan batin” terdengar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo.

Tembang tersebut mengiringi penampilan Tari Mahendra Krida karya sekaligus Penari Canadian Mahendra dalam Workshop Tari Candra Kusuma dan Tari Gogor Blacan yang digelar TBJT, 23 – 24 Mei 2023.

Wokshop diikuti oleh perwakilan Seniman Tari, Guru Tari dari kabuapten/kota di Jateng yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah.

Seperti Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Magelang, Tegal, Pemalang, Batang, Karanganyar, Sukoharjo, Kota Surakarta, Klaten, Boyolali, Kota Salatiga, Semarang, Rembang, Pati, Demak, Purwodadi, dan Kota Semarang.

Workshop dibuka Kepala TBJT, Suratno dan dilanjutkan dengan Paparan, dialog dan praktek Tari Candra Kusuma dan Tari Gogor Blacan oleh Narasumber Maestro Tari Yoyok Bambang Priyambodo, Hadawiyah Endah Utami, Sangghita Anjali, dengan Materi Tari Candra Kusuma dan Tari Gogor Blacan.

Kedua Tari Tersebut merupakan karya tari Maestro Tari Yoyok Bambang Priyambodo yang merupakan pengembangan dari gerak gerak Tari Tradisi Gaya Surakarta yang dikemas dalam Seni Pesisiran Semarangan.

Para peserta tampak antusias mengikuti workshop tersebut. Bahkan mereka berharap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin setiap tahun.

“Ini sangat bagus. Semoga biasa ada terus setial tahun,” ucap, Dwi Pamungkas peserta dari Sanggar Wahyu Tri Daya Kabupaten Banyumas.

Senada diucapkan Dosen PBSD, FKIP, Univet Bantara Sukoharjo, Sawitri. “Kami siap mengikuti dan mohon di undang lagi serta narasumber dapat memberikan materi dengan pelan,” katanya.

Pada hari ke 2 para peserta mempresentasikan hasil materi dengan menari per kelompok sebagai Evaluasi dan ditampilkan Tari Bedhayan Cheng Hoo karya Sangghita, dengan penari Hasya Alvinki, Maria Benita dan Fahma Wijaya dari Sanggar Greget Semarang serta sambutan dari Pamong Budaya TBJT Wahyu Widayati sebagai pertanda Kegiatan Workshop Tari Candra Kusuma dan Tari Gogor Blacan karya Yoyok Bambang Priyambodo ditutup.

Perhelatan Kesenian pun berlanjut di tanggal 25 Mei 2023 Dialog Seniman dan Pelaku Seni di Hotel dan Rumah Makan Candisari yang digelar Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dengan Peserta dari Dewan Kesenian Daerah, Pepadi, Permadani, Pakasa, Ebeg, Larasati, Tosan Aji Brojo Bumi, Cipto Rasa, Budaya Puring, Langen Budaya Karanggedang, Cipta Karya Budaya Karanggayam dan Paguyuban Pecinta Budaya Berkebaya Indonesia Kab Kebumen.

Maestro Yoyok Bambang Priyambodo sebagai narasumber mengatakan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen perlu mengadakan semacam Seminar, Pengkajian, Workshop atua Pelatihan dengan hasil yang disosialisasikan untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan Potensi Seni Budaya Khas Kebumen.

“Tentu dengan berbagai sumber daya Seni Budaya yang melimpah di Kebumen yang disambut baik dengan harapan yang sama oleh para Peserta,” terangnya.

Tidak berhenti di sini, di Tanggal 26 Mei 2023 Temu Teknis FLS2N Tingkat SMP se Kabupaten Klaten yang bertempat di SMP N 2 Klaten juga menghadirkan Maestro Yoyok Bambang Priyambodo sebagai narasumber dan sekaligus Dewan Juri pada tanggal 29 Mei 2023 di Kabupaten Klaten. (*)

Ajie MH.