in

Tahun Politik, Jokowi Ingatkan Waspada Medsos

SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo meminta seluruh masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu negatif yang banyak disebar melalui media sosial (medsos) pada tahun-tahun politik, yakni menjelang kontestasi Pilkada 2018 hingga Pileg/Pilpres 2019 mendatang. Terutama unggahan yang memprovokasi dan berpotensi membuat perpecahan.

Menurutnya, momentum Pilkada bisa jadi ditunggangi kelompok untuk memecah-belah kesatuan. Modus yang dilakukan biasanya disangkutpautkan dengan SARA agar muncul kegaduhan. “Di Indonesia itu ada 714 suku. Ini harus dijaga betul,” ucapnya dalam kunjungannya di Semarang, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Senin (9/10/2017).

Jokowi bercerita, sempat ngobrol dengan Presiden Singapura Halimah Yacob. Di Singapura, hanya ada 4 suku saja, namun itupun tidak mudah menjaga keharmonisan antarsuku. “Apalagi di Indonesia yang mempunyai 714 suku,” lanjutnya. Jokowi juga diwanti-wanti Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Ahmadzai untuk menjaga keharmonisan antarsuku. Sebab, jika sudah saling bergesekan, akan sulit untuk kembali rukun seperti sebelumnya. “Dia (Presiden Afghanistan) berpesan, kalau muncul gesekan sedikit saja, harus segera diselesaikan. Contohnya Afghanistan yang hanya ada 7 suku saja. Dulu ada dua suku yang bergesekan. Kemudian masing-masing suku mengajak orang luar. Akhirnya bentrok puluhan tahun sampai sekarang,” paparnya.

Cerita dari Afghanistan itu, kata Jokowi, bisa menjadi pelajaran. Dia pun mewanti-wanti agar seluruh penduduk Indonesia bisa saling menjaga kerukunan. “Jangan mudah dikompori. Terutama dari medsos yang belum tentu kebenarannya,” pesannya. (*)

Editor: Ismu Puruhito