in

Sutradara Ave Maryam Ceritakan Respon Publik Saat Filmnya Diputar di Eropa

SEMARANG (jatengtoday.com) – Film Ave Maryam mendapat sambutan antusias pecinta bioskop. Baru 3 hari diputar sejak 11 April 2019 lalu, film layar lebar besutan Sutradara Ertanto Robby Soediskam ini mampu menyedot sedikitnya 12 ribu penonton.

Bagi warga Kota Semarang, film ini cukup bikin penasaran. Pasalnya, syuting film ini dilakukan di Kota Semarang. Sejak awal hingga akhir, scene film ini diwarnai eksotisme berbagai sudut bangunan tua di Kota Semarang, seperti Lawang Sewu, dan sejumlah bangunan di kawasan Kota Lama.

Alih-alih mengisi masa tenang kampanye Pilpres, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi nonton bareng di Bioskop E-Plaza Semarang, Minggu (14/4/2019) malam. Orang nomor satu di Kota Semarang itu datang bersama istri tercintanya, Krisseptiana dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Film ini mampu membawa Kota Semarang lebih ngetop,” kata Hendi usai menonton.

Menurut dia, film ini merupakan jenis film berat. Untuk bisa memahaminya diperlukan konsentrasi penuh. “Ini berat sekali, butuh konsentrasi penuh untuk bisa mengetahui alur hingga isinya,” ungkapnya.

Namun, Hendi menyampaikan apresiasi besar untuk film Ave Maryam. Bahkan film ini juga mampu menggairahkan perfilman Indonesia. “Hingga hari ketiga, ada 12 ribuan penonton. Film indonesia harus menjadi tuan rumah. Media harus bisa bercerita kehebatan film. Sehingga industri film bergairah,” katanya.

Sementara itu, Sutradara Ertanto Robby Soediskam sangat berkesan selama proses pembuatan film layar lebar di Kota Semarang. “Pertama kali datang langsung jatuh cinta. Indah banget. Tidak hanya berbagai bangunan heritage, tapi juga kehidupan yang beragam. Ada satu keluarga agamanya berbeda-beda,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Semarang sangat welcome untuk memberikan kemudahan perizinan saat dilakukan syuting. “Pemerintahnya sangat mendukung perfilman nasional, sangat membantu pengurusan izin. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan PT KAI untuk penggunaan Lawang Sewu,” katanya.

Lebih lanjut, kata Ertanto, saat Ave Maryam diputar di sejumlah tempat Eropa juga mendapat sambutan hangat. “Kami putar di Eropa responsnya sangat indah. Mereka memberi apresiasi,” katanya.

Salah satu aktris cilik asal Semarang yang terlibat dalam film tersebut, Nathania Angela Widjaja (10), mengaku sangat senang bisa berkolaborasi dengan sederet aktris nasional seperti Maudy Koesnaedi (Maryam), Tutie Kirana (Monic), Chicco Jerikho (Romo Yosef), Joko Anwar (Martin), Olga Lydia (Mila), dan Febby (Rebeca). Nathania berperan sebagai Dinda, seorang bocah kecil pengantar susu. Ia mengaku tak menemui kendala saat proses syuting.

“Hanya saja, kesusahan hafalin dialog. Bawa susunya agak berat (adegan dalam film), tapi nggak papa,” katanya.

Film ini mengangkat cerita tentang kehidupan biarawati dan pastor yang terlibat cinta terlarang. Mereka harus diuji dalam pengabdian, ketulusan, dan kejujuran sebagai manusia biasa yang bisa jatuh cinta. Hal itu bertentangan dengan profesi keduanya, yakni sebagai biarawati dan pastor. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis