SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemandangan kurang elok tampak dari jembatan Banjir Kanal Timur, Jalan Majapahit, Kota Semarang. Aliran airnya tampak keruh berwarna kehitaman disertai tumpukan sampah.
Kondisi itu diperparah dengan adanya pendangkalan sungai yang mengakibatkan tumbuhnya rumput-rumput liar.
Warga sekitar mengaku was-was lantaran sebentar lagi datang musim hujan. Jika volume air tinggi dan aliran terhambat, air bisa meluap dan masuk ke permukiman padat penduduk.
Sungai Banjir Kanal Timur memanjang melewati beberapa kelurahan di Kota Semarang.
Warga yang tinggal di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Sulasih (40) berharap agar normalisasi sungai kembali dilanjutkan. Utamanya dilakukan pengerukan.
“Mumpung sekarang masih jarang hujan, airnya masih kecil. Kalau nunggu hujan lebat berhari-hari, bisa repot,” ujarnya saat ditemui, Jumat (25/9/2020).
Hal serupa juga mengemuka di media sosial. Akun Facebook atas nama Lenie Karina mengunggah foto Banjir Kanal Timur disertai narasi keprihatiannya terkait kondisi sungai.
“Sungai Banjir Kanal Timur yang belum selesai pembangunannya sudah mengalami pendangkalan yang sedemikian disertai banyak sampah,” tulisnya.
Sementara itu, akun Yordanis Wiraman Putra menyampaikan komentar satir. “Orapopo, ki kan meh musim udan. Ngko nek banyune wes mbudak tekan permukiman ngomong wae. Sisuke tak tiliki mbe nggowo sembako. Halah, koyo tahun2 wingi kae lho. Ngko tak upload ning yutubeku san tp.” (*)
editor: ricky fitriyanto