in

Subosukawonosraten Unggul Daya Saing Wilayah, Brida Jateng Perkuat Lewat Kebijakan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Wilayah Subosukawonosraten menempati urutan tertinggi daya saing kewilayahan dibandingkan 6 wilayah lain di Jateng. Dengan indeks nilai rata-rata 3,81 dan tertinggi maka daya saing Subosukawonosraten diharapkan bisa memacu wilayah sekitarnya.

Subosukawonosraten terdiri dari Kota Surakarta, Sragen Wonogiri, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar dan Klaten. Wilayah ini mengalahkan indeks daya saing kewilayahan Kedungsepur (Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan, Kendal, Demak), Jekutibanglor (Rembang, Pati, Jepara, Kudus, Blora) Bregasmalang (Kota Tegal, Brebes, kabupaten Tegal, Pemalang) Petanglong (Batang, Kota/kabupaten Pekalongan) Barlingmascakeb (Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Kebumen) dan Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Kota/kabupaten Magelang, Temanggung).

Kepala Badan Riset dan Inovasi (Brida) Provinsi Jateng, Mohamad Arief Irwanto mengatakan sejak tahun 2018 telah dilakukan penilaian dan penghargaan pemetaan daya saing daerah (PDSD). PDSD merupakan kemampuan daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yg dimiliki. Yakni melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan persaingan domestik maupun internasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, maka tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun semakin tinggi,” kata Arief dalam acara penyerahan penghargaan PDSD dan seminar daya saing daerah untuk kebijakan pembangunan sistem perwilayahan di Jateng di Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (21/12/2023).

Hadir di acara tersebut Asisten Administrasi Setda Provinsi Jateng Arif Sambodo dan kepala daerah di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Arief Irwanto mengatakan secara garis besar, daya saing daerah di Jateng mengalami peningkatan. Terlihat dari 9 kabupaten/kota di Jateng masuk kategori daya saing sangat tinggi. Yakni Kota Solo, Kota Semarang, Salatiga, Kota Magelang, Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, Temanggung an Batang. Sementara 26 kabupaten/kota lainya masuk kategori tinggi. Tidak ada dae rah dengan kategori rendah atau sedang.

Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2022, yakni 7 daerah dengan kategori sangat tinggi dan 28 wilayah lain kategori tinggi.

Menurutnya, daya saing daerah di kabupaten/kota di Jateng menunjukkan progres cukup bagus. Berdasar hasil PDSD 2020-2023 sebagian besar wilayah mengalami kenaikan indeks di setiap aspek. Progresivitas tertinggi dicapai Sragen dengan nilai 4,207, Purworejo 3,679 dan Kota Magelang 4,155. Sementara Kota Solo (4,329) dan Kota Semarang (3,960) mengalami fase nilai konsisten tinggi.

Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan pada wilayah dengan penyaji buku PDSD dengan analisis terbaik. Yakni Temanggung, Kendal dan Grobogan.

Pada semua kepala daerah ditekankan bahwa daya saing ini tak berhenti pada nilai dan penghargaan. Namun diterapkan dalam kebijakan yang terus memacu daya saing sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Asisten Administrasi Setda Provinsi Jateng Arif Sambodo yang mewakili Pj Gubernur Nana Sudjana mengatakan daya saing wilayah menjadi hal yang sangat penting. Pembangunan wilayah merupakan fokus pembangunan nasional dalam RPJPD untuk menyongsong Indonesia Emas.

Untuk itu daerah didorong untuk meningkatkan peran. “Rumuskan kebijakan untuk memperkuat sektor antar wilayah. Konektivitas adalah kuncinya,” kata Arif Sambodo. (*)

Ajie MH.