in

Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Argorejo, WPS: Kalau Spontan Ditutup, Saya Keberatan!

SEMARANG (jatengtoday.com) – Rencana pemerintah menutup lokalisasi Argorejo atau kerap disebut Sunan Kuning (SK) memang sejak bertahun-tahun silam. Namun kala itu sebatas isu. Kali ini, rupanya penutupan lokalisasi terbesar di Jawa Tengah tersebut memang benar-benar akan direalisasikan pada Agustus 2019 mendatang.

Selasa (18/6/2019), berbagai pihak telah dikumpulkan di Balai RW 4 Argorejo. Termasuk para penghuni, baik pemilik rumah maupun “anak asuh” atau wanita pekerja seks (WPS) mendapatkan sosialisasi terkait rencana penutupan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Dinas Sosial, dan Polrestabes Semarang.

Diperkirakan dua minggu setelah sosialisasi tersebut, penutupan lokalisasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan eksekusi. Para WPS akan diminta pulang ke kampung halaman, rumah-rumah yang digunakan praktik prostitusi segera dikosongkan.

Namun dalam sosialisasi tersebut diwarnai sejumlah protes. Hampir semua WPS keberatan apabila penutupan dilakukan secara spontan. Mereka khawatir penutupan lokalisasi tersebut juga menjadi tertutupnya mata pencaharian mereka.

“Saya percaya, takdir tidak bisa diubah, tapi nasib bisa diubah. Kalau spontan ditutup, saya keberatan. Persoalannya bukan setuju atau tidak setuju. Lagian siapa yang punya cita-cita seperti ini? Tidak ada. Tapi ini masalah perut, kami punya anak,” ungkap salah satu anak asuh, Eni (30), dalam sosialisasi tersebut.