in

Soal Sisa Harta Pailit PT Njonja Meneer, Pengacara Bank Papua Tidak Banyak Komentar

Petugas menjaga bilik absensi dalam rapat kreditur kepailitan PT Njonja Meneer di PN Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kurator PT Perindustrian Njonja Meneer mengadakan rapat kreditur untuk membahas perkembangan proses kepailitan perusahaan jamu yang dulu beroperasi di Semarang tersebut.

Salah satu kurator, Wahyu Hidayat mengatakan, rapat kreditur di Pengadilan Niaga Semarang ini juga membahas sisa hasil lelang harta pailit Njonja Meneer yang dipegang Bank Papua.

Kata dia, ada sisa sekitar Rp 13 miliar yang harusnya segera diserahkan ke kurator selaku pengurus harta pailit. Nantinya, uang akan dibagikan kepada para kreditur.

Baca: Bank Papua Tak Kunjung Serahkan Sisa Harta Pailit PT Njonja Meneer, Nilainya Capai Rp 13 Miliar

Saat rapat kreditur, pihak Bank Papua diwakili kuasa hukumnya hadir, meski terlambat dan sempat tidak mengisi daftar kehadiran.

Ketika dikonfirmasi kapan akan menyerahkan sisa harta pailit, kuasa hukum Bank Papua tidak banyak berkomentar. Bahkan jawabannya mengecewakan para kreditur yang menghadiri rapat.

“Kuasa hukum tidak bisa menyampaikan apa-apa karena belum ada arahan lebih lanjut dari direktur (Bank Papua),” ungkap Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (13/12/2021).

Sebagai informasi, setelah PT Njonja Meneer dinyatakan pailit, Bank Papua selaku kreditur yang memiliki jaminan utang (kreditur sparatis) melakukan lelang harta pailit. Semua aset yang dilelang berhasil terjual.

Hasil lelang yang diperoleh sekitar Rp 70 miliar. Namun, tagihan Bank Papua yang diakui saat verifikasi hanya sekitar Rp 58 miliar. Sehingga, ada sisa Rp 13 miliaran yang bukan hak Bank Papua.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada tingkat Peninjauan Kembali, Bank Papua diharuskan menyerahkan sisa hasil lelang kepada tim kurator PT Njonja Meneer. (*)

editor: ajie mh