in

Sistem Sidik Jari BPJS Cegah Kecurangan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sistem sidik jari bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus dikembangkan. Mei ini, penerapannya ditambah untuk tiga layanan poli. Sebelumnya, hanya diberlakukan untuk layanan hemodialisa atau cuci darah.

“Akhir Mei ini tambah tiga poli lagi. Jantung, Mata, dan Rehabilitasi Medis,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jateng-DIY, Aris Jatmiko di Semarang, Selasa (28/5/2019).

Di berharap, penerapan perekaman sidik jari tersebut mampu memberikan kemudahan kepada peserta JKN-KIS saat berobat. Juga mencegah kecurangan seperti pemilik kartu telah meninggal dunia, tapi dimanfaatkan oleh orang lain.

“Hasil audit eksternal dan internal ditemukan ada potensi fraud. Masih ditemukan kartu yang masih digunakan, padahal status pemilik kartu telah meninggal dunia. Penerapan sidik jari juga untuk memaksimalkan anggaran agar tepat sasaran yakni para peserta JKN-KIS,” katanya.

Implementasi perekaman sidik jari tahap pertama dimulai 1 Mei 2019 setelah melalui proses pendaftaran sidik jari pada April 2019. Selanjutnya diterapkan untuk pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM), Mata, dan Jantung.

“Penerapan tersebut bagian dari sistem kendali mutu pelayanan dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisien dan efektifitas sesuai yang tertuang dalam UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional Pasal 24 ayat 3,” katanya.

Perekaman sidik jari, lanjutnya, akan memudahkan administrasi pendaftaran. Selain itu, fasilitas kesehatan juga terhindar dari penyalahgunaan kartu KIS, jaminan eligibliitas peserta, serta menekan penggunaan kertas/fotokopi identitas.

Untuk memperlancar penerapan perekaman sidik jari, BPJS Kesehatan terus memberikan sosialisasi kepada manajemen Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan peserta stakeholder terkait.

BPJS Kesehatan juga melakukan koordinasi dengan FKRTL terkait sumber daya sarana pendukung implementasi fitur sidik jari dengan mengoptimalkan alat yang tersedia.

“Proses perekaman sidik jari tidak lama dan registrasi sidik jari dilakukan saat berkunjung ke FKRTL/rumah sakit. Untuk pembukaan loket/registrasi sidik jari disesuaikan dengan proses pelayanan di FKRTL/rumah sakit,” kata Aris Jatmiko. (*)

editor : ricky fitriyanto