in

Setia Walisembilan Gelar Wisuda ke-31, Lulusan Diharap Berkontribusi Nyata untuk Bangsa dan Negara

Wisuda harus jadikan langkah awal untuk mencapai cita-cita dan tujuan masa depan yang lebih baik.

Ratusan wisudawan mengikuti acara wisuda ke-31 Setia Walisembilan Semarang di MAJT. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Sekolah Tinggi Agama Islam (Setia) Walisembilan Semarang menggelar wisuda ke-31 di aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (21/9/2022).

Ketua Yayasan Al AlJami’ah Al Masyhariyah Semarang Agus Chrismoro mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang resmi meraih gelar kesarjanaan dari bidang keilmuan di lingkungan Setia Walisembilan.

“Harapan kami wisudawan menjadi alumni yang berkontribusi terhadap tugas dan pengabdian pada bangsa dan negara dengan didasari akhlaqul karimah,” ujarnya.

Menurut Agus, negara menanti kiprah karya para lulusan Setia Walisembilan. Sebab, wisuda harus jadikan langkah awal untuk mencapai cita-cita serta tujuan masa depan yang lebih baik.

Dia menilai, era disrupsi ini menuntut semua orang beradaptasi dengan cepat dan tepat, sehingga diperlukan sumber daya manusia kreatif dinamis dan andal.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan, hendaknya wisuda bukan menjadi akhir dari perjuangan, tetapi justru menjadi langkah awal untuk berkarya nyata di masyarakat.

“Artinya di balik gelar sarjana yang diraih saat ini, terdapat tanggung jawab moral dan sosial untuk diamalkan,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Bakesbangpol Jateng.

Kata dia, pada hakikatnya keberhasilan merengkuh sarjana akan ditentukan oleh kesungguhan dan kesadaran dalam membangun karakter melalui moderasi bersama masyarakat.

Jadi ia berpesan, di mana pun nanti berkiprah, mari bangun SDM Jateng yang berkualitas dan berintegritas. Apalagi Jateng tengah memberikan prioritas untuk menguatkan kualitas SDM menyongsong Revolusi Industri 4.0.

“Kita ingin SDM Jateng betul-betul berkarakter unggul, berketerampilan hebat dan mumpuni dalam penguasaan ilmu pengetahuan, baik itu ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum,” harapnya. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.