in

Seorang Pemancing Ditemukan Tenggelam di Kedung Ngupit Boja

Tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jenazah seorang pemancing di Sungai Glagah, Desa Kebonadem, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (15/01/2022). (Dokumentasi Basarnas)

KENDAL (jatengtoday.com) – Seorang pemancing bernama Sutarmanto (37), ditemukan meninggal dalam kondisi  tenggelam di Kedung Ngupit Sungai Glagah, Desa Kebonadem, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (15/01/2022).

Belum diketahui penyebab mengapa warga Somopuro RT 6 RW 7 Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu tenggelam. Sebab, tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan tidak kunjung pulang. Mulanya pada Sabtu (15/01/22), kurang lebih pukul 06.30 WIB, korban sempat mengantar istrinya untuk berangkat kerja.

“Kepada istrinya, korban sempat pamit untuk pergi memancing. Namun hingga pukul 18.00 WIB, korban tidak kunjung pulang,” katanya.

Hal itu membuat pihak keluarga khawatir dan melakukan pencarian. Namun keberadaan korban tidak diketahui sebelum akhirnya melaporkan ke Basarnas.  Dibantu warga sekitar, proses pencarian menemukan petunjuk dengan ditemukannya sepeda motor milik korban di sekitar Sungai Glagah Dusun Kebonadem.

“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan metode penyelaman. Tepatnya di sekitar Kedung Ngupit, kurang lebih pukul 11.40 WIB, tim SAR menemukan jasad korban berada di daasar sungai dalam kondisi meninggal,” katanya.

Mengenai kronologis mengapa korban tenggelam, Heru mengatakan tidak ada saksi yang mengetahui kejadian tersebut secara pasti.  “Tidak ada yang mengetahui kronologi kejadian secara pasti. Diduga korban terpeleset saat mancing, kemudian tidak bisa menyelamatkan diri saat tenggelam,” ungkapnya.

Usai dilakukan evakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Boja Kabupaten Kendal untuk penanganan medis selanjutnya diteruskan ke rumah duka.

“Dengan ditemukannya korban, tim rescue yang terlibat operasi kembali kesatuannya masing-masing,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.