in

Semarang Writer’s Week V Angkat Suara Kaum Marginal dari Celah Kota

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pekan literasi tahunan Semarang Writer’s Week (SWW) kembali digelar pada tahun kelimanya dengan mengusung tema “Telisik Celah”. Acara yang diinisiasi Kolektif Hysteria ini berlangsung pada 8–10 Agustus 2025 di Kota Lama Semarang, menyoroti suara-suara dari ruang kecil, pinggiran, dan kelompok yang kerap terpinggirkan dalam dinamika kota.

Program Manager PekaKota Institute, Nella Ardiantanti Siregar, menyebut keterlibatan komunitas marginal menjadi kunci dalam menghadirkan perspektif baru tentang literasi urban.

“Keterlibatan kelompok marginal diharapkan bisa menghadirkan perspektif baru, khususnya terkait literasi kota dan kehidupan urban,” ujar Nella, Jumat (8/8/2025).

Senada, Kepala Proyek SWW, Sierra Hestri Salsabiela menegaskan bahwa literasi tak melulu soal buku.

“Literasi juga tentang memahami pengalaman warga yang hidup di celah-celah kota,” katanya.

Pembukaan SWW dilakukan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Semarang, Bambang Suranggono, yang menekankan pentingnya literasi sebagai sarana mendengar suara kelompok rentan.

Selama tiga hari, SWW menghadirkan beragam sesi. Hari pertama diwarnai dengan kegiatan Baca Buku Bareng oleh Bookclub Semarang, bazar buku dari penerbit lokal maupun nasional, serta diskusi “Telisik Celah Kota” yang menyoroti ketegangan antara narasi profesional dan suara warga lokal.

Hari kedua fokus pada isu perempuan dan waria. Forum “Menjejak Perempuan di Celah Kota” menggandeng Girl Up Semarang, KPPI Semarang, dan Disko Pantura. Sementara komunitas Perwaris Satu Hati menampilkan lokakarya makeup dan diskusi “Waria di Sudut Kota” yang menegaskan ruang aman bagi waria untuk berekspresi.

Hari terakhir melibatkan anak-anak dan penyandang disabilitas. Bersama berbagai komunitas, mereka mengikuti sesi dongeng, menggambar kota impian, hingga pertunjukan musik dan diskusi inklusif bertajuk “Tumbuh di Sela-Sela Kota bersama Disabilitas”.

Secara keseluruhan, SWW V menghadirkan perspektif unik dari perempuan, waria, anak-anak, hingga penyandang disabilitas, yang memperkaya wacana urban. Acara ini juga menjadi bagian dari Program Purwarupa PekaKota Institute serta satelit event Penta Klabs 5 Kolektif Hysteria, dengan dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI.

Informasi lebih lanjut mengenai program dapat diakses melalui akun Instagram @grobakhysteria dan @penta_k_labs. (*)