in

Selama Pandemi, Peserta KB di Kota Semarang Turun 815 Orang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang mencatat jumlah peserta KB aktif selama masa pandemi, Februari hingga April lalu mengalami penurunan.

Penurunan peserta KB ini bisa berdampak pada peningkatan angka kehamilan.

Kabid KB Disdalduk KB Semarang, Siti Maimunah menjelaskan, peserta KB pada Februari 2020 mencapai 192.016 orang, tetapi pada April hanya 191.201.

“Jadi ada penurunan 815 orang dari yang semula ikut KB menjadi tidak ikut lagi. Ini ada korelasinya dengan kondisi Covid-19, jadi sangat berpengaruh,” ujar Maimunah saat ditemui di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Jika dirinci, peserta KB yang baru mendaftar dalam kurun waktu bulan April juga mengalami penurunan dibandingkan pada Februari.

Meskipun begitu, potensi peningkatan angka kehamilan tidak serta merta langsung terjadi. Tergantung jenis KB yang digunakan sebelumnya.

Jika semula menggunakan KB non hormonal seperti IUD dan kondom, maka setelah tidak menggunakannya bisa langsung hamil.

Namun, jika awalnya mengikuti KB hormonal seperti suntik, pil, MOW, MOP, dan implant maka butuh jeda untuk bisa normal ke masa subur bisa hamil. Biasanya jedanya antara 3–6 bulan.

“Kalau putus KB (hormonal) pada bulan April, bisa jadi orang tersebut akan mulai hamil antara bulan Juli hingga Oktober,” ungkapnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto