in

Sejarah Sunan Kuning dan Keberadaan Makam Tokoh Penyebar Islam yang Pamornya Tertutup Lokalisasi

Buku itu juga menyebutkan bahwa Sunan Kuning berasal dari kata Cun Ling yang berarti bangsawan tertinggi. Disebutkan, Cun Ling ini adalah salah satu tokoh yang berperan penting dalam peristiwa Geger Pacinan tahun 1740-1743.

Saat persekutuan Tionghoa-Jawa melawan VOC, Sunan Kuning bersama Kapitan Sepanjang (Khe Panjang) dan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) mengobarkan perlawanan sengit terhadap VOC di wilayah kekuasaan Mataram. Perlawanan itu disebut sebagai pemberontakan terbesar yang dihadapi VOC selama berkuasa di Nusantara.

Atas nama pengurus makam, Ibrahim berharap agar masyarakat tidak melupakan sejarah itu, perjuangan tokoh penyebar agama Islam dan pejuang melawan VOC. Karena itu, pihaknya mengaku senang dengan kabar penutupan lokalisasi yang ada di dekat makam.

Rencananya, kata Ibrahim, makam Sunan Kuning ke depannya bakal diperbaiki, baik dari segi fasilitas, pelayanan, maupun dari kepengurusan makam sendiri. Apalagi pasca penutupan lokalisasi besok, diprediksi pamor Sunan Kuning bakal kembali bergeliat.

Dalam waktu dekat, imbuhnya, akan ada pemilihan juru kunci makam. Sebab, saat ini sebenarnya sedang mengalami kekosongan juru kunci, karena yang terakhir Mbah Soetomo sudah meninggal dan tidak memiliki keturunan. Sementara istrinya, Siti Komariyah, fokusnya adalah mengurusi makam warga desa.

Almarhum Mbah Soetomo meninggal pada awal Januari 2018 lalu. Ia merupakan generasi kelima dari pendahulunya, yakni Mbah Bayat Sabirin (penemu kali pertama makam Sunan Kuning), diteruskan Mbah Timan, Mbah Jasman, dan Mbah Sarpan. (*)

editor : ricky fitriyanto