in

Sanggar Greget Suguhkan Tarian Berdasar Rasa dan Karsa Budaya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sanggar Greget Semarang kembali menyuguhkan sejumlah tari tradisional. Gelaran bertajuk ‘Penyajian’ itu disuguhkan di Gedung Rajawali Semarang Cultural Center, Sabtu (29/6/2019) malam.

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo menuturkan, tarian-tarian tersebut diciptakan berdasar rasa dan karsa yang dilandasi budaya. Setiap tari hadir sebagai bagian yang utuh secara filosofis dan estetis.

“Karya yang diciptakan diilhami berdasar pemahaman akan budaya, alam sekitar, perilaku, dan keilahian. Contoh lainnya, Tari Semut, Tari Gajah, bentuk sajian yang mengambil esensi dari binatang,” tuturnya.

Menurutnya, budaya merupakan salah satu dasar landasan kehidupan sebuah bangsa. Tanpa ngugemi budaya, masyarakat akan berkembang tanpa arah dan tujuan jelas. Yang pasti, alur kehidupan berkebangsaan juga bisa semakin pudar.

Seseorang tak bisa lepas begitu saja dari lingkaran kebudayaan. Baginya, budaya membentuk karakter seseorang dalam kehidupannya. Salah satunya, lewat kesenian.

“Kesenian memiliki esensi yang sangat luas sekaligus personal, namun terukur. Saat memelajari kesenian, kita memahami bagaimana sebuah tatanan berlaku dalam masyarakat,” bebernya.

Yoyok berharap pentas penyajian ini menjadi sesuatu yang dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah terkait kebudayaan.

Menurutnya, dengan visi generasi emas 2045 Indonesia, pemerintah dapat bertindak lebih serius dan detail lagi dalam mengambil kebijakan dan pendidikan kebudayaan.

“Misal, langkah yang realistis untuk dilakukan pemerintah adalah memberikan kesempatan kembali kepada siswa untuk belajar kebudayaan dalam mata pelajaran muatan lokal. Ini sangat penting nantinya jika kita mau menuju generasi emas. Anak muda akan cerdas dengan asupan ilmu sains, namun juga tak tercerabut akar budayanya,” jelasnya.

General Manager Radjawali Semarang Cultural Center, Handrijana Hardha, mengatakan pihaknya sangat mendukung gelaran pertunjukkan, baik tradisi maupun modern.

Menurutnya, Kota Semarang sudah sangat banyak gelaran pertunjukkan yang memiliki bobot baik secara tontonan maupun tuntutan. Oleh karenanya, Gedung Radjawali menjadi ruang baru untuk mendukung setiap kegiatan tersebut.

“Tentunya sangat menarik jika masyarakat di Kota Semarang bisa menikmati pertunjukkan secara nyaman,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto