in

Sakral, Prosesi Pemasangan Luwur Sunan Kalijaga Digelar di Balai Panjang Jatirejo

SEMARANG (jatengtoday.com) – Prosesi pemasangan luwur Sunan Kalijaga di Balai Panjang, Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang berlangsung sakral dan khusyuk, Jumat (13/2/2026). Ratusan warga mengikuti rangkaian doa dan tahlilan dalam suasana penuh khidmat.

Balai Panjang sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat angin kencang pada Jumat (17/10/2025). Setelah melalui proses renovasi, bangunan bersejarah tersebut kini kembali berdiri kokoh dan difungsikan sebagai pusat wisata religi Desa Jatirejo.

Balai Panjang diyakini sebagai lokasi tempat Sunan Kalijaga bermusyawarah sebelum mendirikan Masjid Agung Demak. Bangunan punden berbahan kayu jati ini menjadi ikon desa sekaligus magnet wisata religi setempat.

Raden Kristiawan Saputra, keturunan ke-15 Sunan Kalijaga, menjelaskan luwur merupakan kain yang digunakan untuk membungkus nisan Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kabupaten Demak.

“Luwur yang sekarang berada di Jatirejo ini telah terpasang sejak 1960,” ujarnya.

Prosesi diawali dengan tahlilan yang diikuti ratusan warga. Selanjutnya, juru kunci memimpin doa-doa sebelum luwur dipasang di Balai Panjang.

“Luwur ini juga pertanda bahwa Sunan Kalijaga pernah singgah dan berdakwah di wilayah sini. Ini juga sebagai lambang silaturahmi dan perjalanan sejarah Sunan Kalijaga,” kata Kristiawan.

Kepala Desa Jatirejo, Kharisma Teguh Pribadi, mengatakan Balai Panjang menjadi ikon wisata religi di desanya. Ke depan, pengembangan kawasan akan dipadukan dengan wisata alam yang tengah dibangun di wilayah barat desa.

“Balai Panjang ini sudah berumur ratusan tahun, bahkan kayu-kayu yang dipakai masih kayu yang asli sejak pertama kali, tidak ada perubahan. Renovasi hanya untuk bangunan pendopo yang menutup Balai Panjang,” jelasnya.

Selain Balai Panjang, potensi wisata religi Desa Jatirejo meliputi Masjid Baiturrohim yang telah berusia ratusan tahun, Makam Petik Penawangan, dan Sendang Tapak Wali.

Sejak 2025, Desa Jatirejo telah mengantongi surat keputusan sebagai desa wisata. Pemerintah desa pun berkomitmen mengembangkan potensi tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sejak 2025, Desa Jatirejo telah memiliki surat keputusan sebagai desa wisata. Sehingga kami akan mengembangkan desa wisata agar perekonomian warga semakin bergerak positif,” pungkas Kharisma. (*)