in

Pusat Latihan Teroris di Bandungan Terbongkar, FKPT Jateng: Covid-19 dan Pilkada Jadi Celah

SEMARANG (jatengtoday.com) – Terungkapnya pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Dusun Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,l cukup mengejutkan.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Syamsul Ma’arif mengatakan, para teroris memanfaatkan keadaan yang ada. Yakni kondisi pandemi Covid-19 dan gelaran Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

“Ya, di tengah Covid-19 dan Pilkada jadi momen pergerakan mereka,” ungkap Syamsul saat dihubungi, Senin (28/12/2020).

Menurut analisisnya, ada berbagai hal yang harus diwaspadai. Pertama, sebagian masyarakat fokus pada aspek penanganan Covid-19 sehingga agak abai terhadap aspek lainnya. Termasuk potensi radikal terorisme pada generasi muda.

Kedua, generasi muda semasa Covid-19 banyak di dunia online, sekolah atau kampus tutup, tempat rekreasi dibatasi, dan peluang kerja tidak ada. “Konten-konten radikal dan ekstrem yang dibungkus heroik akan menarik perhatian mereka,” tutur Syamsul.

Di samping itu, jaringan dan sel-sel ideologi radikal telah banyak menetas di berbagai daerah. Diantaranya di Kabupaten Semarang, karena belakangan masyarakat sibuk dengan pilkada.

“Ya memang pergerakan terorisme tidak pernah mengenal kata berhenti, mereka senantiasa menghalalkan segala cara. Tentu saja dengan inovasi strategi dan pergerakan,” jelasnya.

Hal itulah yang harus menjadi perhatian semua pihak. Syamsul menegaskan kesiapsiagaan harus diperkuat, jangan sampai masyarakat kecolongan dan tergiur dengan ajaran mereka.

“Para pemuda perlu dibentengi dan ditingkatkan imunitas kecintaan terhadap NKRI agar tidak terpapar ajaran-ajaran kekerasan,” ucapnya.

Menurut Syamsul, di sinilah letak pentingnya kontra radikalisme, terhadap setiap bibit-bibit radikalisme yang terkadang sengaja didesain untuk melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri membongkar pusat latihan jaringan teroris JI di Kabupaten Semarang. Tempat tersebut berupa sebuah villa dua lantai yang disewa oleh jaringan teroris.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, di tempat itulah para anggota muda JI dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Di pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil bela diri, menggunakan pedang dan samurai, penyergapan, hingga perakitan bom. (*)

 

 

editor : ricky fitriyanto 

 

 

Baihaqi Annizar