in

Puluhan Orang jadi Tersangka Penyalahgunaan Bahan Peledak di Jateng

Polisi menyita barang bukti 410 kilogram bahan peledak.

Tersangka dari berbagai kasus dan daerah du Jateng hasil operasi Pekat Candi 2024 dikumpulkan di Mapolda Jateng. (istimewa)
Tersangka dari berbagai kasus dan daerah du Jateng hasil operasi Pekat Candi 2024 dikumpulkan di Mapolda Jateng. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mengungkap kasus penyalahgunaan petasan atau bahan peledak hasil operasi Pekat Candi 2024 yang dilaksanakan pada 6–25 Maret 2024.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya telah menetapkan puluhan tersangka dalam kasus petasan ini.

“Terdapat 81 kasus penyalahgunaan bahan peledak dengan 98 tersangka,” ujar Kapolda saat konferensi pers di kantornya, Rabu (27/3/2024).

Selain menetapkan tersangka, pihak kepolisian juga telah berhasil menyita barang bukti berupa 410 kilogram bahan peledak.

Kapolda menjelaskan, pelaksanaan operasi Pekat Candi 2024 yang bertujuan mereduksi tindak kriminalitas pada saat Ramadan dan jelang Idulfitri ini berjalan lancar dan memperoleh capaian yang melampaui target.

“Secara khusus kami mengapresiasi partisipasi masyarakat sehingga ada penurunan yang signifikan pada kasus petasan atau bahan peledak,” ungkapnya.

Dia merinci, pada tahun lalu terdapat 63 kasus petasan dengan korban mencapai 98 orang. Sedangkan tahun 2024 ini hanya ada satu kasus dengan korban empat orang.

Selain mengungkap kasus penyalahgunaan bahan peledak, operasi Pekat Candi 2024 juga menyasar kasus kriminalitas lain meliputi perjudian, penyalahgunaan bahan peledak, miras, perzinahan, premanisme, dan narkoba. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar