in

Daftar Produk dan Layanan Bajakan yang Laris di Online Shop

Sepertinya asli dan lebih murah, ternyata bajakan. Bagaimana cara uji produk dan layanan bajakan?

(Image: darkowujic and comicstocks)

Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan merk atau toko tertentu, tidak untuk pembelaan merk, sehingga di sepanjang tulisan ini, tidak ada URL atau gambar. Kami tahu, pembaca cerdas bisa search apa yang kami sebut di sini.

Tahun 1600-an, Colbert sudah menciptakan barang mewah. Pada tahun 1980-an, bapak saya punya ikat pinggang dari kulit asli, yang dia anggap mewah (karena kulit asli) dan merasa keren kalau dia pakai. Era sebelum 2000, banyak barang mewah yang ditentukan oleh bahan. Sabuk dan sepatu dari kulit, alas sandal dari karet, dandang dari tembaga asli, selendang sutra, dan tentu dengan harga berbeda.

Kemudian, merk lebih dikenal, selain karena bahan, karena prosesnya.

Levi’s memakai stone wash, sepatu handmade, susu kaleng, dll. Sampai akhirnya mata-mata industri dan ilmuwan bekerja, di mana orang bisa ciptakan produk sebagus atau lebih bagus daripada merk mewah, yang sudah terkenal, dengan harga lebih murah.

Produk disebut hebat kalau harganya murah dengan kualitas lebih bagus daripada merk terkenal sebelumnya. Semakin sedikit barang untuk publik yang sengaja dibuat sebagai barang mewah.

Ketika berbentuk produk dan layanan digital, prinsip “murah dengan kualitas mewah” berubah menjadi “pembajakan”. Di mana mereka pamer dan jual bajakan? Di beberapa online shop terkenal di Indonesia.

Layanan dengan label “aman”, “garansi produk”, “gratis ongkir”, dan lebih murah daripada aslinya, tentu sangat menarik minat pembeli.

Tidak jarang, mereka tidak tahu kalau produk atau layanan itu palsu atau dipalsukan.

Brand ada, namun tidak pernah mengeluarkan produk atau layanan yang sedang dijual. Contoh: Google Drive unlimited. Produk Google Drive ada, namun layanan Google Drive yang unlimited tidak ada. Atau contoh lain, kaos Supreme yang dijual di online shop. Supreme hanya jualan di web mereka.

Dan kita sering lihat kepalsuan produk dan layanan di online shop.

Aplikasi (peraturan dan form) onlineshop meloloskan produk “palsu” dan layanan yang sebenarnya “tidak ada” karena selalu ada akal-akalan penjual untuk melewati verifikasi.

Ini dia, daftar yang kami temukan, tentang produk atau layanan palsu yang laris di online shop Indonesia.

Google Drive Unlimited

Fakta: Google Drive tidak pernah pasang harga fixed untuk layanan simpan data unlimited. Di aplikasi online shop Indonesia, banyak kita temukan layanan ” Google Drive Unlimited”. Harga yang ditawarkan, jauh dari harga space di Google Drive.

Flashdisk 2TB merk HP antiair.

Sebenarnya, ini abused. Maksudnya, “tahan air” (water resist) dan ini artinya berkebalikan dengan “anti-air” (tidak boleh kena air).

Fakta: HP (Hewleft Packard) tidak bikin flashdisk 2TB. Selain itu, harga flashdisk 2TB tidak mungkin di bawah 100K.

Ternyata, ini flashdisk dengan format xFAT. Jika kamu format atau pakai untuk copy atau save data di atas 128GB akan terjadi error. Data tidak terbaca, rusak, dan berkemungkinan tidak bisa kamu pakai.

Kalau makalah, foto kenangan dengan mantan, atau karya digital kamu hilang, karena kamu save di flashdisk bajakan ini, tentu kamu kecewa.

Scribd Lifetime Unlimited

Kata deskripsi produk, kamu bisa download dokumen dari Scribd, dapat akun yang terdaftar sebagai premium user selamanya.

Faktanya, Scribd tidak pernah punya layanan premium yang “lifetime” (seumur hidup).

YouTube Premium untuk Android

Janji yang diberikan, kamu dapat akses premium unlimited untuk akses YouTube yang tanpa iklan, bisa download video, dll. Sebenarnya, tidak sehebat itu. Sekalipun di layanan premium, pemakai YouTube yang upload video, bisa atur agar video mereka tidak bisa di-download.

Jadi, yang mereka berikan adalah file .apk Android versi mod (modification). Inipun secara default akan kirim tawaran untuk update.

Dengan logika yang sama, kamu bisa download file mods .apk namun itu berarti membajak.

Tidak semua orang terbiasa download file .apk, mereka lebih suka pakai PlayStore yang berisi aplikasi gratisan, terbatas, dan membawa iklan.

Merk Ada, Produk Palsu

Untuk uji produk ini palsu atau tidak, cara yang paling mudah adalah menghubungi merk di website mereka. Misalnya, saya mau beli jam tangan G-Shock Casio, kaos Gildan, atau celana Levi’s.

Kita bisa mengajukan pertanyaan ini, sebelum membeli:

  • Apakah benar mereka keluarkan produk ini?
  • Dengan harga segini? Selisih terlalu tinggi, biasanya palsu.

Kaos Gildan tidak mau produknya dipakai untuk sablon kaos yang nggak eco-friendly. Jadi, misalnya kamu beli kaos Gildan polos untuk kamu beri sablon dengan bahan plastik, maka Gildan meminta kamu untuk mencopot label “Gildan” itu. Selain itu, jika kamu mengembangkan produk yang mengandalkan desain di atas kaos Gildan, kamu tidak boleh pasang logo merekadi website kamu. Dengan cara ini, orang tahu, “mengapa” Gildan ada. Mengapa mereka eksis di kaos polos. Mereka ingin kaos yang eco-friendly.

Kaos Supreme

Produk kaos Supreme secara resmi bisa dibeli di web mereka. Tidak pernah jual kaos mereka di toko online selain web mereka.

Akun Premium Pro Murah

Kalau ada akun premium pro dijual di bawah standar harga resmi, kemungkinan itu palsu atau bajakan.

Yang paling sering dibajak: Canva Pro, Netflix, YouTube Premium, Spotify, dll.

Akun Canva premium dijual murah,sebenarnya tidak mengejutkan, kalau menerapkan sistem “invite” di mana kamu dapat undangan -sebagai- anggota tim yang bisa akses fitur pro. Canva ngehit di Indonesia ketika semua guru SD dapat pembelajaran desain dan membuat presentasi dengan Canva. Negara mengeluarkan banyak uang agar para guru SD semakin pintar mengajar.

Akun seperti QuilliBot, Grammarly, Scribd, SlideShare, dll. juga dijual di online shop.

Jasa Pembuatan Akun Siap-Pakai

Mau apa? Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, Tiktok, semua ready. Mau yang sudah punya follower? Akun tua? Facebook kosongan atau akun yang sudah masuk ke banyak group? Akun Twitter dengan follower di atas 20K?

Ini memang layanan jasa pembuatan akun. Sebenarnya, tidak masalah. Sampai akhirnya bisa menjadi masalah.

Untuk apa? Biasanya untuk share link dan promosi bisnis.

Apakah ini melanggar ketentuan Facebook? Tidak melanggar. Orang boleh buat akun. Sampai sekarang, kita masih sering lihat iklan Facebook dengan tawaran “main game bersama temanmu” ketika kita browsing dari Google. Facebook selalu butuh orang-orang baru yang mau bikin akun.

Jadi, di mana masalahnya?

Ada jasa pembuatan akun Facebook secara manual, satu per satu, kemudian coba untuk login. Biar mantap, diberi garansi 2 kali login, biasanya. Karena ada kemungkinan gagal login disebabkan ini: 2FA dan checkpoint. Facebook semakin aman. Dengan 2FA atau 2-factor authentication, sebelum login, pemakai bisa periksa dengan 2 lapis keamanan: password benar dan kode dari Android benar.

Dengan kata lain, sekalipun orang lain mengerti username/email password kamu, mereka tidak bisa login jika tidak pakai smartphone kamu, karena harus memasuklan code tambahan yang dikirimkann ke nomor kamu. Itu sebabnya disebut otentikasi 2 faktor.

Sedangkan keamanan login “checkpoint” berarti mengenal hardware yang kamu pakai. Jika misalnya saya beli akun Facebook di online shop dan mencoba login pertama kali dengan hape saya, maka ada pertanyaan ke pembuat akun, benarkah ini kamu?

Error bisa terjadi ketika kamu pakai VPN dengan IP Address yang anonymous atau terdeteksi dari negara yang terlalu jauh dari tempatmu. Misalnya, 2 menit yang lalu kamu dari Indonesia, sekarang kamu login dengan lokasi Italia, dekat rumahnya Monica Bellucci. Tenfu Facebook curiga dan bertanya. Semacam itulah “checkpoint”.

Jadi, inilah yang perlu pembeli pikirkan lagi:

  • Kamu membeli akun yang sudah jadi. Tidak tahu bagaimana nanti jadinya dengan akun itu. Jika terdaftar bukan dengan nomor hape kamu, bayangkan apa yang akan terjadi jika nomer hape itu expired atau dipakai untuk “kepentingan negatif”. Maaf, akun Anda kami deteksi terkait dengan nomor yang melakukan tindakan negatif ini. Anda bisa jelaskan di kantor.
  • Kamu tidak membuat akun itu dan kamu membayar jasa pembuatan akun, dengan kesadaran penuh. Jadi, akun yang kamu beli memiliki status seperti ” akun bersama”. Sekalipun tindakan kamu baik-baik saja, tidak melanggar hukum, pikirkan jika pembuat akun melakukan tindakan negatif.
  • Kamu tidak tahu, akun itu sudah pernah dipakai untuk apa. Yang ini, tidak perlu saya jelaskan.

Hal sama berlaku ketika kita melihat di online shop warna oranye, hijau, atau biru, yang jual akun gmail siap pakai. Syarat untuk “login pertama”, hampir sama. Pembeli akan “dipandu” sampai berhasil masuk.

Persewaan Akun

Ada lagi, layanan sewa akun gmail. Jumlahnya bisa 3K+ akun. Biaya sewa bisa harian sampai 2 minggu. Tergantung kebutuhan. Untuk apa? Misalnya, kamu ikut lomba video, kemudian dalam lomba itu ada syarat “subscribe dan like”.

Masalahnya, bagaimana bisa ribuan akun itu kita sewa?

Karena mereka memakai Google Suite. Ini produk Google yang bisa bikin banyak email. Misalnya, kamu mengurus sebuah sekolah, atau perusahaan, yang punya ribuan member. Kamu bisa generate (membuat) email sampai ribuan, tergantung beli paket apa.

Bermodal banyak email dan bot untuk subscribe, suatu channel YouTube bisa dengan mudah dapat subscriber ribuan. Setelah selesai lomba (ini hanya contoh kasus), email ini bisa diganti pasword atau unsubscribe dengan mudah. Itulah hal negatif yang bisa terjadi jika kamu sewa ribuan akun.

Mereka tidak buat ribuan akun secara manual. Ada aplikasi untuk melakukan pekerjaan ini.

Jika kamu lihat di toko online ada jasa menambah subscriber YouTube, follower Instagram, itu bisa terjadi karena mereka (para penjual) sudah pakai server sendiri untuk urus bot dan ternak akun.

Pada tahun 2016, bisnis menambah follower Instagram dulu di kisaran IDR500K dapat 10K follower, sekarang harganya IDR350K untuk jumlah follower sama.

Seperti apa akun mereka?

Foto perempuan cantik, dengan content selfie dan repoat sana-sini, dengan caption permintaan follow dan hashtah banyak sekali, kemungkinan besar kerjaan bot. Mesin mereka bisa ambil gambar orang lain, video orang lain, dan menulis caption otomatis.

Untuk YouTube, yang sedang ngehit sekarang, bukan hanya tambah subscriber. Para pejuang bot medsos menawarkan jasa menambah “durasi menonton”, menambah like, dll. Bonus sana-sini. Garansi nggak drop. Yang paling disukai, kalau nggal drop, penambahan bertambah 20-100 follower per hari, agar natural,serta jaminan nggak drop (tidak berkurang).

Asalkan ada jaminan bahwa subscriber real indo (asli dari user Indonesia) dan cocok untuk monetize, dan review bagus bintang 5, maka pembeli akan berdatangan. Dan tidak nge-drop.

Cetak Buku

Per halaman, biasanya IDR500. Kalau kamu punya buku .pdf, mau dicetak bolak-balik, dijilid rapi, dan siap dibaca (sebagai buku cetak), bisa manfaatkan layanan seperti ini.

Buku hasil cetak dari file seperti ini, sebenarnya layanan tepat untuk cetak laporan kantor atau buku pelajaran yang mau kita jual. Prakteknya, bisa berkebalikan: pembajakan. Di toko yang jual layanan cetak buku, tidak jarang kita temukan buku-buku asing bestsellers yang dipajang dengan harga murah. Kita bisa bandingkan harganya dengan buku aslinya yang dijual di Amazon.

Jasa Tambah Follower, Subscriber, View, Like

Yang ini memang ngehit. Kamu punya chanel YouTube, ingin tambah 10K subscriber dengan kualitas lokal (orang Indonesia), real (bukan bot), dan nggak ngedrop? Bisa. Untuk monetize, bisa. Mau menambah follower Instagram 10K sampai 1M follower? Soal mudah.

Para penjual jasa seperti ini, punya server dan rahasia sakti yang membuat mereka bisa mengakali YouTube dan Instagram.

Produk dan layanan digital “palsu”, sering menjadi jalan pintas. Banyak orang mencari jalan pintas untuk populer, space besar, ingin pakai produk yang “branded” (bermerk terkenal), dan keterbatasan harga.

Online shop yang jualan produk dan layanan “palsu” juga sering menulis, “Selamat berbelanja. Be a smart buyer. Membeli berarti setuju. Jangan lupa review bintang 5 untuk klaim garansi.”. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.