in

Prabowo Beri Kesaksian Kasus Korupsi Pemalsuan Tagihan Listrik PDAM Jepara

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sidang dugaan kasus pemalsuan rekening listrik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jepara terus berlanjut. Kali ini, sidang dengan terdakwa Priyambada menghadirkan sejumlah saksi.

Salah satunya adalah Prabowo selaku Direktur PDAM Jepara 2014-sekarang. Sebelumnya Prabowo menjabat sebagai Direktur PDAM Kabupaten Kebumen.

Dalam kesaksiannya Prabowo membenarkan bahwa terdakwa Priyambada merupakan mantan pegawai PDAM Jepara, sebagai staf bagian umum. Salah satu tugas pokok terdakwa adalah membayar tagihan rekening listrik yang digunakan PDAM.

“Tugas dari staf bagian umum memang membayar tagihan listrik. Maka terdakwa memang bertanggung jawab penuh atas tugas itu,” ucapnya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (17/6/2019).

Namun, Prabowo mengaku tidak mengetahui secara pasti kinerja terdakwa Priyambada. Sebab, saat terdakwa melakukan mark-up, dirinya belum menjabat sebagai Kepala PDAM Jepara.

Terdakwa melakukan penyelewengan sejak Januari 2011 hingga April 2014. Total kerugian negara atas pemalsuan rekening listrik yang dilakukan terdakwa mencapai Rp 342.923.665.

“Saat terdakwa melakukan mark-up, saya belum menjabat. Saat itu Direkturnya masih almarhum Pak Agus. Beliau meninggal beberapa bulan yang lalu. Maka saya yang melanjutkan mengurus kasus ini,” jelasnya.

Prabowo mengaku diberi amanah oleh direktur yang lama untuk melanjutkan pengungkapan kasus ini. Dia diberi warisan dokumen untuk menelusuri jejak kasusnya. “Saya diwariskan dokumen. Saya disuruh mempelajari itu,” imbuh Prabowo.

Berdasarkan penelusurannya, ia menemukan fakta bahwa terdakwa membuat rekapan baru dengan cara memalsu untuk menaikkan jumlah biaya tagihan rekening listrik dari yang sebenarnya. Sedangkan rekapan tagihan yang asli dari PLN Rayon Jepara kemungkinan dibuang oleh terdakwa.

“Dia mengambil uang tambahan dengan me-mark-up biaya pemakaian listrik dengan mengubah struk. Misal dari Rp 2 juta menjadi 2,5 juta. Tapi tidak semua, dia melakukannya secara acak,” bebernya. (*)

editor : ricky fitriyanto