in

Polri Pecat 13 Taruna Akpol karena Kasus Pembunuhan, CJPW Beri Apresiasi

“Biar tidak terulang kembali kasus-kasus kekerasan di lingkungan Akpol. Termasuk membentuk polisi yang anti kekerasan,”

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ketua Central Java Police Watch (CJPW) Aris Sunarto mengapresiasi keputusan pemecatan terhadap 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terlibat kasus pembunuhan sesama taruna.

Menurutnya, keputusan Polri, Kepala Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, dan Gubernur Akpol untuk memecat 13 taruna yang bermasalah itu merupakan langkah yang sangat tepat untuk tetap menjunjung tinggi marwah lembaga kepolisian.

“Itu bagus dan tegas. Saya dukung keputusan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto,” ujar Aris saat dihubungi, Rabu (13/2/2019).

Pemecatan taruna tersebut diputuskan dalam sidang Dewan Akademik (Wanak) yang dipimpin Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel. Sidang berlangsung secara tertutup di Gedung Pratama Komplek Akpol pada Senin (11/2/2019) mulai pukul 13.00 hingga 23.30.

Sebenarnya ada 14 taruna Akpol yang terlibat dalam kasus penyiksaan yang menyebabkan rekannya yang bernama Muhammad Adam meninggal dunia pada 18 Mei 2017 lalu. Namun, pelaku utama, CAS, telah dikeluarkan pada sidang Wanak yang digelar lebih dulu pada Juli 2018 lalu.

Berdasarkan rincian, 13 taruna itu ada 2 anak Jenderal, 7 anak Kombes, dan 4 anak orang biasa. Pelaku yang telah lebih dulu dipecat notabene berlatarbelakang anak orang biasa.

Sikap tegas ini, kata Aris, merupakan sebuah langkah maju. Sebab, baru kali ini ada banyak taruna Akpol dipecat akibat melakukan penyiksaan yang menyebabkan kematian. Karena itu, Aris sangat mendukung langkah tersebut.

“Biar tidak terulang kembali kasus-kasus kekerasan di lingkungan Akpol. Termasuk membentuk polisi yang anti kekerasan,” tegasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto