in

Menyusun-ulang Pola Bawah-Sadar

.. agar membentuk sugesti otomatis, menuju tujuan dan tindakan positif.

Menyusun-ulang pola bawah-sadar, menjaga kita agar tidak selalu dalam posisi default. Lebih banyak keputusan, terjadi di bawah sadar. (Image: DALL-E)

Mengabaikan pola bawah sadar dapat membuka pintu bagi perilaku yang tidak diinginkan dan pengambilan keputusan impulsif. Risiko negatifnya termasuk terjebak dalam siklus kebiasaan buruk, keputusan yang tidak rasional, dan kesulitan mencapai tujuan hidup.
Setelah baca ini, kita akan memahami pentingnya menyadari dan mengelola pola bawah sadar untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan dengan lebih efektif.

Ketika kamu terjaga, terjadi pertarungan antara keinginan bawah sadar dan keinginan bawah sadar kamu. Tubuh kamu tidak ingin kamu malas, tetapi pikiranmu memilih malas. Kamu ingin bersikap positif tetapi pola bawah-sadar kamu tidak mengizinkan. Terjadi pemblokiran dan hambatan (resistance). Ketika kamu tidur, pikiranmu paling reseptif untuk membentuk kembali pola bawah-sadar kamu.

Thomas Alfa Edison berkata,

“Jangan pernah tidur tanpa permintaan dari alam bawah sadar kamu.”

Ini yang perlu kamu lakukan: visualkan tujuanmu besok.

Saya melakukan yang lebih ekstrim. Sebelum tidur, tepatnya 5 jam sebelum tidur, saya mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan saya besok: menulis artikel opini. Saya memastikan tulisan itu sudah ready, kemudian saya jadwalkan untuk terbit otomatis jam 10.10 AM. Kemudian, saya bisa melakukan hal lain, seperti: browsing, membaca buku, atau melakukan pekerjaan lain.

Saya harus tidur dalam keadaan lebih pintar dan terhibur, kemudian bangun dalam keadaan “pekerjaan terberat” hari ini sudah selesai.

Lebih banyak keputusan terjadi karena peran emosi dan bawah sadar. Keputusan kita lebih sering ditentukan emosi dan bawah sadar. Emosi negatif lebih berperan dalam mempengaruhi pembeli.

Emosi memengaruhi persepsi, cara kita melihat orang lain dan dunia secara luas. Emosi memengaruhi prioritas. Rasa cinta, cemburu, perhatian, dapat mempengaruhi konteks pengambilan keputusan. Emosi berarti keterlibatan-diri, sehingga sering mengabaikan data rasional. Terutama keputusan pribadi.

Bawah-sadar berasal dari pengalaman masa lalu, yang membentuk preferensi dan kebiasaan. Bawah sadar, mempengaruhi kita melalui bias berpikir. Bawah sadar kita berperan sebagai insting, dalam situasi yang memerlukan respons cepat. Terutama, insting bertahan-hidup.

Damasio, A. R. (1994) dalam Descartes’ Error: Emotion, Reason, and the Human Brain, terbitan Penguin Books, menjelaskan, bagaimana kerusakan pada bagian otak yang terkait dengan emosi dapat mengganggu pengambilan keputusan.

Penelitian dalam neurosains telah memanfaatkan teknik seperti fMRI dan EEG untuk mengamati aktivitas otak yang terkait dengan proses bawah sadar dan bagaimana aktivitas tersebut dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Penelitian fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) juga telah mengidentifikasi aktivitas otak yang terkait dengan emosi dalam konteks pengambilan keputusan, seperti amigdala dan bagian-bagian prefrontal.

Banyak keputusan yang kita buat adalah hasil dari proses mental yang terjadi di luar kesadaran kita. Sebagai contoh, penelitian tentang “priming” mengungkapkan bagaimana stimulus yang kita alami di masa lalu dapat memengaruhi keputusan kita tanpa kita sadari.
Kamu bisa tulisan Bargh, J. A., & Chartrand, T. L. (1999) di The Unbearable Automaticity of Being. American Psychologist, 54(7), 462-479.

Mengelola Pola Bawah Sadar

Visualisasikan Tujuan. Sebelum tidur, visualisasikan tujuan Anda untuk besok. Ini membantu membentuk sugesti otomatis menuju tindakan positif.

Kerjakan Pekerjaan Besok Sebelum Tidur: Lakukan pekerjaan yang dijadwalkan besok beberapa jam sebelum tidur. Ini mengarah pada sugesti otomatis bahwa “pekerjaan terberat” telah selesai, meningkatkan rasa pencapaian.

Kendalikan Emosi: Mengetahui bahwa emosi memengaruhi pengambilan keputusan, kendalikan emosi Anda dengan kesadaran diri dan teknik relaksasi untuk menghindari keputusan impulsif.

Identifikasi dan Ganti Kebiasaan Buruk. Kenali pola bawah sadar yang mendukung kebiasaan buruk dan gantilah dengan kebiasaan yang lebih positif dan produktif.

Gunakan Teknik Neurosains. Manfaatkan penelitian dalam neurosains untuk memahami lebih dalam bagaimana pola bawah sadar bekerja dan bagaimana Anda dapat mengelolanya secara lebih efektif.

Jangan menjadi “default”. Jangan menerima sugesti begitu saja. Jika kita susun-ulang pola bawah-sadar, maka sugesti otomatis yang datang, bisa kita ubah menuju sukses dan positif. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.