in

PN Semarang Eksekusi 40 Ruko Jurnatan, Puluhan Polisi Dikerahkan

Eksekusi mendasarkan pada putusan pengadilan yang memenangkan PT KAI melawan 30 penghuni ruko Jurnatan.

Juru sita PN Semarang dibantu polisi mengeksekusi ruko Jurnatan, Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pengadilan Negeri (PN) Semarang melakukan eksekusi pengosongan 40 ruko Jurnatan yang merupakan aset milik KAI, Rabu (18/10/2023).

“Kami mohon kesediaannya bagi yang belum, silakan untuk mengosongkan ruko,” ujar juru sita PN Semarang Tony Rachardiyanto kepada para penghuni ruko.

Juru sita lain, Gagat P. menjelaskan, eksekusi ini mendasarkan pada putusan pengadilan yang memenangkan gugatan PT KAI melawan 30 orang yang menghuni 40 ruko Jurnatan.

Dalam eksekusi, PN meminta pengawalan dari pihak kepolisian. Pantauan di lokasi, terdapat puluhan polisi, bahkan ada dari unsur TNI.

“Kami meminta bantuan pengawalan dari kepolisian supaya eksekusi berjalan lancar,” ujar Gagat.

Proses eksekusi berlangsung tanpa kericuhan. Hanya sempat terjadi adu mulut antara pihak penghuni ruko dengan petugas.

Menurut Gagat, sebagian ruko sudah dikosongkan oleh pemilik. Namun, sebagian lainnya ada yang masih terdapat barang-barang. Bahkan, petugas terpaksa mendobrak pintu ruko yang masih terkunci.

Sementara itu, kuasa hukum 30 pemilik ruko Jurnatan, Subali menilai, eksekusi ini merupakan bentuk perampasan hak para pemilik ruko.

Sebab, ada putusan PTUN yang menyatakan agar BPN mengeluarkan sertifikat hak guna bangunan atas nama warga di objek yang sama.

Sebelumnya, pada 2019 PT KAI menggugat 30 penghuni ruko di kawasan Jurnatan, Kota Semarang. Para pengusaha tersebut dianggap menguasai lahan seluas 3.000 meter persegi tanpa membayar sewa sejak masa sewanya habis.

PT KAI sempat kalah pada tingkat PN dan Pengadilan Tinggi. Namun, pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung akhirnya PT KAI menang. Gugatan itu telah berkekuatan hukum tetap hingga putusan peninjauan kembali. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar