in

Perwira Akpol Semarang Didakwa Korupsi Anggaran DIPA Rp630 Juta

Terdakwa diduga menggunakan sebagian anggaran DIPA periode 2014 hingga 2019 untuk keperluan pribadi.

Ilustrasi. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang sedang menyidangkan kasus korupsi. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Seorang perwira di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Mardiyono didakwa mengorupsi anggaran DIPA di kampus tersebut senilai Rp630 juta.

Mardiyono yang merupakan Perwira Urusan Akuntansi dan Verifikasi Urusan Keuangan (Paur Akver Urkeu) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (29/11/2023).

“Terdakwa diduga menggunakan sebagian dana yang berasal dari anggaran DIPA pada periode 2014 hingga 2019 untuk keperluan pribadinya,” jelas jaksa penuntut umum Ruri Febrianto.

Ruri mengungkap, anggaran yang diselewengkan tersebut merupakan dana untuk pos kegiatan dan keperluan sehari-hari Akpol Semarang.

Berdasarkan penghitungan, perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara Rp615 juta. Terdakwa menikmati uang tersebut dalam kurun waktu 2014–2019.

“Uang yang digunakan terdakwa untuk kegiatan yang tidak sesuai peruntukannya di luar DIPA sebanyak Rp615 juta,” tegas Ruri.

Jaksa juga menyebut, terdakwa dalam menjalankan aksinya tidak sendiri. Ia diduga bekerja sama dengan orang lain yang saat ini masih diselidiki.

Perbuatan terdakwa Mardiyono dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nonor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai jaksa membacakan dakwaan, Hakim Ketua Pengadilan Tipikor Semarang Judi Prasetya memberi kesempatan terdakwa untuk mengajukan eksepsi pada sidang selanjutnya.

Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi ini merupakan limpahan dari Bareskrim Polri yang ditangani Kejaksaan Agung. Terdakwa kini tengah menjalani tahanan sementara di Lapas Semarang. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar