in

Peringati Kemerdekaan, Komunitas Photocycle Bakal Telusuri Jejak Perjuangan Rakyat Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Komunitas Photocycle Semarang bakal memperingati HUT ke 75 Kemerdekaan RI dengan cara unik. Yakni menelusuri jejak perjuangan rakyat Semarang dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Kegiatan yang dikemas dengan bersepeda bareng tersebut akan dilangsungkan Rabu (12/8/2020) pukul 06.00, dengan start di depan Gereja Blenduk, Kawasan Kota Lama Semarang.

“Nyepeda ini akan sangat menarik karena semua bakal diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Semarang yang pada era perjuangan dulu terjadi peristiwa heroik,” ujar Ketua Photocycle Semarang, Bambang RSD, Minggu (10/8/2020).

Bambang menjelaskan, rute yang akan didatangi antara lain Jembatan Berok yang merupakan tempat pembantaian oleh Jepang, Gedung Papak, Dibya Puri, Gedung Untag Pemuda yang dulu bernama Java Hokookai sebagai tempat pembacaan naskah Proklamasi pertama di Semarang.

Kemudian, Bojong 88 tempat mengatur strategi pemuda dalam pertempuran 5 hari, Gedung Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti yang dulu sebagai Markas Polisi Istimewa, Penjara Wanita Bulu tempat Mas Niti membantai 130 tentara Jepang dengan senapan.

Lalu, Gedung Stikubank yang dulu markas BKR tempat gugurnya Bisoro, hingga di Simpang Gergaji tempat gugurnya polisi istimewa yang disergap Jepang dari Jalan Sumbing pada pertama kali meletus Pertempuran 5 Hari.

Menurut Bambang, banyak situs-situs perjuangan yang perlu diangkat dan dipelajari agar generasi muda bisa menghargai jejak heroik rakyat Semarang.

Penelusuran jejak perjuangan ini akan dipandu oleh jurnalis Chandra AN yang selama ini intens melakukan penelusuran dan menulis perjuangan heroik rakyat Semarang, utamanya dalam Pertempuran 5 Hari.

Bambang membeberkan acara nyepeda menelusuri jejak sejarah ini terbuka bagi masyarakat umum. “Silahkan hadir dan kumpul bareng dengan kami. Pasang pita merah putih di setang sepeda masinh-masing,” tuturnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto