in

Peringati Hari Antikorupsi, Basarnas Usung Reformasi Birokrasi

SEMARANG (jatengtoday.com) – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) menggelar apel serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang.

Inspektur Basarnas, Brigjen TNI Chanlan Adilane dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kantor SAR Semarang Aris Sofingi mengatakan, peringatan Hari Anti Korupsi bertujuan meningkatkan kesadaran akan korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

“Bahwa tidak ada negara di dunia yang sepenuhnya bebas dari korupsi. Korupsi merupakan salah satu fenomena hukum di seluruh dunia yang mendapatkan prioritas negara untuk diselesaikan dan diberantas sampai ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain memperlambat pembangunan ekonomi dan membuat pemerintahan tidak stabil, korupsi dapat mengganggu stabilitas nasional dan menurunkan kepercayaan masyarakat dan dunia internasional terhadap proses penegakan hukum.

“Saat ini Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2018 yang dirilis awal tahun 2019 berada di nomor 89 dengan skor 38. Artinya Indonesia termasuk salah satu negara yang masih dibayang-bayangi tindak pidana korupsi,” katanya.

Ada empat hal yang menjadi perhatian utama bagi Inspektur Basarnas dan harus diterapkan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Basarnas. Pertama, jadikan gerakan Antikorupsi menjadi  sebuah gerakan di lingkungan Basarnas yaitu gerakan dengan tidak menyalahgunakan kekuasaan dan kepercayaan, berperilaku yang jujur, serta selalu menjunjung kode etik ASN.

“Kedua, menyelesaikan program reformasi birokrasi tanpa basa-basi, dengan upaya perbaikan dari hulu sampai hilir, baik pada area perubahan mental aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan, SDM aparatur, akuntabilitas, pengawasan, peraturan perundangan maupun area perubahan pelayanan publik,” katanya.

Selanjutnya, ketiga, bangun mentalitas positif, berintegritas, memiliki etos kerja, dan berjiwa gotong royong. “Etos kerja akan membuktikan Basarnas adalah abdi masyarakat dan pelayan rakyat yang tangguh,” katanya.

Keempat, persiapan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Terlebih saat ini memasuki era teknologi 4.0. “Banyak pekerjaan birokrasi yang bisa dilakukan jauh lebih efisien dengan menggunakan teknologi informasi,” katanya. (*)

 

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis