in

Peringati Hari Anak Nasional, Ini yang Dilakukan Sanggar Greget Semarang

Gemulai tubuh, gerak tangan ngrayung, ngruji, nyempurit, miwir sampur, dan gerak kaki debeg gejuk serta tolehan kepala Tari Dwi Putri serempak dilakukan para siswa dan pelatih

SEMARANG (jatengtoday.com) – Derap langkah kaki 80 siswa beserta para pelatih, pengurus, dan orang tua siswa dari Sanggar Dharmo Yuwono Purwokerto, Kabupaten Banyumas yang dikoordinatori Ida Sulistyarini, perlahan memasuki bangsal Mahendra Sanggar Greget Semarang.

Alunan gamelan dan suara tembang “Salam Budaya” dari kami Sanggar Greget Semarang sebagai Pusat Pembinaan Seni dalam Ranah Konservasi dan Reservasi Budaya Jawa Tengah Indonesia.

Gamelan tersebut disajikan Greget Laras yang dikomandani Canadian Mahendra beserta Deva Amelia, Davina Dara, Fairuz Salma, Lathifah Oktavia, Arifa Cita, Dwi Alya, Diar Alya, Rachel Catania, Maria Benita, Zahra Desfina, dan sinden vokal Arianti Radma. Gending ini sebagai tegur sapa dari keluarga Sanggar Greget.

Sebagai ucapan selamat dating di tampilkan Tari Talenan Pisau karya Yoyok Bambang Priyambodo oleh Kelompok Anak kelas D dengan penari Ratu Gayatri, Talitha Yumna, Nayla Salsabila, Serafina Desiree, Rizki Wulan, Nisa Arifa, dan Amanda Kikantya.

Selanjutnya, lantunan Sekapur Sirih dari Sangghita Anjali, ketua Sanggar Greget Semarang mengatakan, Sanggar Seni Tari dan Karawitan merupakan salah satu ruang edukasi bagi anak-anak dalam pembentukan sikap jujur, berani tampil, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memunculkan karakter berbakti kepada kedua orang tua, guru, agama, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan senang hati menerima kunjungan dari Sanggar Seni Dharmo Yuwono dalam rangka study banding para siswanya guna memberikan pembelajaran di luar sanggar bersama sanggar lain dan apresiasi langsung belajar.

Dengan Narasumber sekaligus memaknai Hari Anak Nasional, 23 Juli 2023, bahwa anak Indonesia Bangkit Bergerak, Maju Serentak, Selamanya Berdampak.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Sanggar Seni Dharmo Yuwono Purwokerto, Carlan. “Kami sangat gembira dan bangga dapat diterima berkunjung di Sanggar Greget Semarang dan terlebih anak-anak, para siswa, dan pelatih dapat belajar langsung dengan sang maestro Yoyok Bambang Priyambodo, baik menari maupun menabuh gamelan,” ucapnya

Saling tukar Cinderamata dan Foto Bersama yang diwakili Ketua Yayasan, Ketua Panitia, Ketua Sanggar Dharmo Yuwono, Ketua Panti Asuhan, dan Perwakilan Pelatih Sanggar Dharmo Yuwono.

Gemulai tubuh, gerak tangan ngrayung, ngruji, nyempurit, miwir sampur, dan gerak kaki debeg gejuk serta tolehan kepala Tari Dwi Putri serempak dilakukan oleh para siswa dan pelatih dari ke dua sanggar sebagai wujud semangat untuk melestarikan Seni Budaya yang penuh kehangatan dan harmonis.

Selanjutnya ada materi Tari Gaya Banyumasan yaitu Tari Lengger Megot yang diajarkan oleh Bu Kustiah dan Bu Ida Sulistyarini dari Sanggar Dharmo Yuwono, lalu di tutup dengan Tari Sekar Rinonce karya Yoyok Bambang Priyambodo yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh suka ria yang berakhir dengan foto bersama. (*)

Ajie MH.