in

Pemkot Surakarta Segera Tata Kawasan PKL Manahan

Penataan lokasi tersebut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Piala Dunia 2023 yang salah satunya akan diselenggarakan di Stadion Manahan.

Kawasan Shelter Manahan Solo, Kamis (13/1/2022). ANTARA/Aris Wasita

SOLO (jatengtoday.com) – Pemerintah Kota Surakarta berjanji segera menata kawasan pedagang kaki lima (PKL) Manahan Solo setelah sempat tertunda pada tahun lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi di Solo, Kamis (13/1/2022), mengatakan sosialisasi kepada para pedagang sudah dilakukan sejak lama.

­”Selama pembangunan para pelaku usaha di shelter itu akan mandiri, mereka menempati rumah sendiri atau menyewa. Setelah selesai nanti akan diatur SOP-nya, jualannya diatur, ditaati, dipenuhi,” katanya.

Ia mengatakan untuk jumlah pedagang kaki lima yang berjualan di Shelter Manahan yang tercatat oleh Dinas Perdagangan hingga saat ini sebanyak 132 pedagang. Sesuai dengan kesepakatan tersebut, nantinya pihak pemerintah daerah tidak menyediakan lokasi pasar darurat untuk para pedagang.

“Para pedagang menginginkan sebisa mungkin masih boleh jualan di Shelter Manahan. Kedua, selama ada jaminan masih boleh berjualan di Shelter Manahan. Maka selama pembangunan tidak usah disiapkan pasar darurat, karena mencari juga sulit,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan saat ini desain untuk penataan Shelter Manahan tersebut belum selesai.

“Nunggu gambare aja nanti, tadi Pak Nur Basuki (DPUPR Kota Surakarta) sudah tak panggil untuk perapian Manahan,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan desain awal penataan tersebut, yakni pembangunan dua lantai tidak jadi direalisasikan.

“Nggak, nggak, ribet. Anggarannya nggak ada. Nanti sik, digambar sik, menunggu dulu,” katanya.

Ia mengatakan penataan lokasi tersebut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Piala Dunia 2023 yang salah satunya akan diselenggarakan di Stadion Manahan.

“Nanti full untuk pedestrian dan tanaman,” katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang berjualan di Shelter Manahan Surati mengatakan tahun ini belum memperoleh sosialisasi dari pemerintah terkait penataan tersebut.

“Saya sudah dapat sosialisasi yang dulu (tahun 2020), tapi kemudian nggak jadi pindah. Kalau saya berharap tidak dipindah, ditata yang baik saja, inginnya tetap kembali ke sini,” katanya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *