in

Pemkot Semarang Siapkan Revitalisasi Sejumlah Taman Kota, Gandeng Perusahaan Lewat Dana CSR

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat upaya menghadirkan ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah keluarga. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkot Semarang menyiapkan program revitalisasi sejumlah taman kota dengan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

Program ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, berolahraga, hingga menjadi ruang bermain anak yang aman dan nyaman.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan yang berpotensi mendukung revitalisasi taman melalui program CSR.

“Saat ini kami sedang berkomunikasi dengan beberapa perusahaan yang berpotensi mendukung melalui program CSR. Harapannya revitalisasi taman dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Murni, Senin (8/6/2026).

Lima Taman Kota Masuk Prioritas Revitalisasi

Dalam rencana pengembangan tersebut, terdapat beberapa taman yang menjadi prioritas pembenahan karena memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka publik.

Taman yang masuk dalam daftar revitalisasi antara lain:

  • Taman Mangkang
  • Taman Madukoro
  • Taman Indraprasta
  • Taman Ki Mangunsarkoro
  • Taman Srigunting

Kelima taman tersebut akan mendapatkan penataan dan peningkatan fasilitas secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Menurut Murni, saat ini proses revitalisasi masih berada pada tahap penyusunan desain dan konsultasi teknis sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Jika seluruh proses administrasi berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Semarang, sebagian pekerjaan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Kembangkan Ruang Bermain Anak di 16 Kecamatan

Selain revitalisasi taman kota, Pemkot Semarang juga terus mengembangkan konsep Ruang Bermain Anak (RBA) di berbagai wilayah.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kota Semarang sebagai kota yang lebih ramah anak dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Namun demikian, tidak semua taman dapat langsung ditetapkan sebagai RBA karena harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis yang ketat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah faktor keselamatan anak.

“Untuk RBA ada kriteria khusus. Salah satunya tidak boleh terlalu dekat dengan arus kendaraan karena menyangkut keselamatan anak-anak,” jelas Murni.

Selain keamanan, faktor aksesibilitas, kenyamanan keluarga, serta kelengkapan fasilitas pendukung juga menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi RBA.

Pemerintah Kota Semarang telah memetakan pengembangan ruang bermain anak di seluruh 16 kecamatan yang ada di wilayah kota.

Fokus pada Pemeliharaan Jangka Panjang

Disperkim menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya membangun taman baru atau memperbaiki fasilitas yang ada, tetapi juga memastikan seluruh taman tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, konsep kerja sama CSR yang ditawarkan kepada perusahaan tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga dukungan pemeliharaan rutin.

“Kami sekarang lebih fokus pada pemeliharaan taman. Tidak hanya membangun, tetapi bagaimana taman itu tetap terawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Murni.

Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas publik yang telah dibangun tidak cepat rusak dan tetap menjadi ruang interaksi sosial yang berkualitas bagi warga.

Dukung Kota Hijau dan Ruang Publik Berkualitas

Revitalisasi taman kota menjadi bagian dari strategi Pemkot Semarang dalam memperluas ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Keberadaan taman yang terawat tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga membantu menciptakan kualitas udara yang lebih baik, memperkuat interaksi sosial masyarakat, serta mendukung kesehatan fisik dan mental warga.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, Pemkot Semarang berharap taman-taman kota dapat berkembang menjadi ruang publik yang lebih representatif, modern, dan inklusif.

Selain mempercantik wajah kota, program ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya Semarang sebagai kota yang hijau, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)