in

Pemkot Semarang Gandeng Solo, Kerjasamakan Dua Hal Ini

“Sekarang ini bukan era kompetisi. Tetapi telah memasuki era kolaborasi,”

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemkot Semarang menjalin kerja sama dengan Pemkot Solo sebagai bentuk kolaborasi dua kota besar di Jawa Tengah.

Sedikitnya ada dua sektor besar yang akan dikembangkan melalui kerja sama tersebut. Diantaranya pengembangan sektor pariwisata dan strategi pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Penandatangan tersebut dilakukan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (21/1/2019).

Bagi Pemkot Semarang, kerja sama antar kota ini merupakan program yang ke-12. Sebelumnya, Kota Semarang telah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Batang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Magelang.

“Kerja sama ini menjadi sangat penting. Apalagi, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo sebagai seorang senior yang dapat mengajarkan banyak hal,” kata Hendi, Selasa (22/1/2019).

Dikatakannya, sekarang ini bukan era kompetisi. Tetapi telah memasuki era kolaborasi. “Setiap wilayah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, saya sowan (menghadap) Mas Rudy di Solo untuk bisa banyak belajar,’’ katanya.

Mengenai kerja sama dengan Pemkot Solo, kata Hendi, akan difokuskan terhadap dua hal, yakni pengembangan sektor pariwisata dan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Adanya Tol Semarang-Solo tentu sangat mendukung dalam memudahkan wisatawan untuk bisa mengakses Semarang dan Solo dengan sangat mudah. Sehingga ini sejalan untuk melakukan promosi pariwisata,” katanya.

Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, lanjut Hendi, Pemkot Solo telah terlebih dahulu melakukan tanda tangan pembelian listrik yang diproduksi dari PLTSa Solo.

“Baik Solo maupun Semarang merupakan bagian dari 7 kota prioritas dalam pembangunan PLTSa. Semarang ketinggalan satu step, jadi saya harus belajar dari Mas Rudy,” katanya.

Sementara, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan tidak ada hubungan antara status senior dan junior. “Senior junior tidak usah dipikir, yang penting bisa bermanfaat. Ego sektoral dibuang jauh-jauh,” katanya.

Rudyatmo mengaku bahwa kerja sama dengan Pemkot Semarang terjalin secara alami. “Saya tuh sampai begini, karena yang lain diajak koordinasi saja susah, apalagi kerja sama. Biar masyarakat yang menilai,’’ ujarnya. (*)

editor : ricky fitriyanto