in ,

Pembebasan Lahan SORR Tak Kunjung Beres

SEMARANG – Hingga ujung tahun 2017, proyek besar pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) di Kota Semarang belum teralisasi. Padahal proyek yang telah direncanakan sejak 2010 silam ini hampir setiap tahun dianggarkan dalam APBD Kota Semarang.

Namun hingga sekarang, pembebasan lahan pun tak kunjung beres. Di antaranya karena sebagian warga yang lahannya terkena dampak belum sepakat untuk dibeli oleh Pemkot Semarang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi meminta agar Pemkot Semarang mengambil langkah dan melakukan penanganan secara serius. Sehingga pembebasan lahan untuk program SORR ini segera tuntas.

“Jangan sampai proyek yang sudah direncanakan sejak bertahun-tahun silam ini terbengkalai,” kata Supriyadi, Sabtu (9/12/2017).

Dia mengakui, sejauh ini kendala yang dihadapi adalah pembebasan lahan. Sebab, ada sebagian warga yang belum sepakat tanah miliknya dibeli oleh Pemkot Semarang.
“Apapun kendalanya, SORR wajib direalisasikan, karena Detail Engeenering Design (DED), Larap, Amdal, Andalalin, semua sudah jadi dan menghabiskan biaya banyak,” kata Supriyadi.

Menurutnya, perlu dilakukan upaya agar persoalan pembebasan lahan tersebut segera tuntas. Apapun kendala yang terjadi, apabila terjalin komunikasi bersama berbagai pihak, pasti bisa diatasi. “Komunikasi dengan warga harus intensif. Karena ada sebagian warga yang sulit melepaskan asetnya untuk digunakan Pemkot Semarang,” katanya.

Namun apapun alasannya, pembangunan SORR ini harus segera direalisasikan. Sesuai rencana, anggaran pembangunan akan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tugas Pemkot Semarang hanya pembebasan lahan. “Tetapi sampai sekarang ini belum ada pembebasan lahan. Harus ada penyelesaian, agar pembebasan lahan tidak berlarut-larut. Oleh karena itu harus kerja serius,” katanya.

Semarang Outer Ring Road memiliki total panjang 62.547 kilometer. Pembangunan jalan ini direncanakan menjadi jalur alternatif untuk memecah arus lalu-lintas agar Kota Semarang terbebas dari kemacetan.

Ruas jalan SORR ini merupakan jalur lingkar yang menyisir pinggir Kota Semarang. Mulai pantai dari kawasan pantai Kabupaten Kendal, kawasan Tugu, kawasan pelabuhan, kawasan Genuk sampai Kawasan Pantai Kabupaten Demak. Sedangkan di wilayah Selatan, mulai Mangkang, Mijen, Cangkiran, Gunungpati, hingga Ungaran. Selanjutnya Tembalang, Pedurungan hingga Genuk.

Pembangunan SORR mulai dari Mangkang-Mijen memiliki panjang 10 km. Diperkirakan akan ada 400 bidang tanah, berupa bangunan dan juga lahan kosong yang akan terkena dampak. Selain melakukan invetarisasi untuk pembebasan lahan untuk wilayah Mangkang-Mijen, pihaknya mengaku juga mempersiapkan untuk tahap 2 yakni Mangkang – Arteri Yos Soedarso sepanjang kurang lebih 7 km.

Sedangkan untuk lanjutan jalur lingkar Cangkiran – Ungaran, Genuk-Meteseh dan Meteseh – Pudakpayung, saat ini masih dalam proses penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap). Diperkirakan akhir 2017 selesai dan selanjutnya menyusul untuk proses pembebasan lahan. (Abdul Mughis)