SEMARANG (jatengtoday.com) – Pembagian ribuan ayam broiler gratis di Pasar Bulu, Kota Semarang diwarnai kesemrawutan. Bahkan sesekali terjadi aksi saling dorong. Banyak yang merasa kecewa lantaran sudah mengantre tetapi tidak kebagian juga.
Salah satunya dirasakan Lasmini (41), warga Semarang Selatan. Ia mengaku kalah berebut dengan yang fisiknya lebih kuat. Akhirnya ia tersingkir. “Padahal saya antre lama, tapi wong yang muda-muda pada ngesuk-suk, ujung-ujungnya saya nggak dapet,” ujarnya, Rabu (26/6/2019) pagi.
Keluhan lain juga dirasakan Mardiyah (33). Ia kecewa lantaran banyak yang tidak punya kupon tetapi bisa dapat ayam. Sedangkan dirinya yang jelas-jelas punya kupon justru tak kebagian.
Pujiono selaku Koordinator Pasar Bulu yang berada di lokasi menjelaskan, ia sebenarnya telah menginstruksikan kepada petugas yang membagi agar memprioritaskan yang punya kupon. Sayangnya, karena ramainya situasi pembagian, pemilahan itu sulit dilakukan.
“Masyarakat tahunya ada pembagian gratis, langsung ngroyok. Kasian itu, banyak yang punya kupon tapi tidak kebagian,” ucapnya.
Menurut Pujiono, kupon tersebut sebenarnya untuk mengantisipasi kericuhan. Pembagian kupon sudah dilakukan kemarin, kepada orang-orang notabene kurang mampu. “Ada tukang becak, pemulung, banyak juga yang pembagian kupon kami serahkan ke pihak kelurahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ika Meta selaku perwakilan dari kemitraan peternak ayam mengungkapkan, pembagian ayam gratis ini sebagai bentuk perlawanan atas fenomena anjloknya harga ayam di peternak.
“Sekarang kan harga (ayam hidup perkilo)-nya di bawah Rp 10 ribu, di bawah HPP banget. Standarnya kan Rp 16-17 ribu. Sementara harga yang beredar di pasaran masih Rp 28-30 ribu. Ini kan namanya timpang banget,” jelasnya.
Sehingga, katanya, pembagian ayam gratis ini sebagai kritik kepada pemerintah, utamanya dinas-dinas terkait, agar segera mengantisipasi hal ini. “Ya istilahnya njawil lah. Karena yang bisa menstabilkan harga-harga kan pemerintah,” imbuh Ika.
Ada sekitar 1.500 ekor ayam yang dibagikan di Pasar Bulu. Rata-rata per ekornya 2 kg.
Pembagian serupa juga dilakukan di enam tempat lain di Kota Semarang. Yakni di Pasar Dargo sebanyak 1.500 ekor, Pasar Jatingaleh 1.000 ekor, Pasar Relokasi MAJT sebanyak 1.250 ekor, Pasar Pedurungan juga 1.250 ekor. Lalu di Panti Mardi Utomo, Tembalang 2.000 ekor, dan di depan kantor Dinas Pertanian Kota Semarang 3.000 ekor.
Menurut Ika, pembagian ayam gratis di Kota Semarang yang totalnya mencapai 11.500 ekor, sama sekali tidak dihitung dari segi kerugian yang bakal ditimbulkan. Sebagai kemitraan dari para peternak, ia hanya berharap agar aksi ini dapat evaluasi bersama. (*)
editor : ricky fitriyanto