in

Pejabat Akpol Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi Dana DIPA

Selain hukuman badan, terdakwa juga dijatuhi hukuman denda Rp100 juta.

Pejabat Akademi Kepolisian (Akpol) Mardiyono keluar ruangan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)
Pejabat Akademi Kepolisian (Akpol) Mardiyono keluar ruangan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pejabat Akademi Kepolisian (Akpol) Mardiyono divonis pidana penjara selama 4 tahun karena terbukti mengorupsi dana Daftar Isian Pelanggaran Anggaran (DIPA) Akpol ratusan juta.

“Menghukum terdakwa Mardiyono dengan pidana penjara selama empat tahun,” ujar ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Judi Prasetya dalam amar putusannya, Rabu (27/3/2024).

Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa denda Rp100 juta yang setara dengan tiga bulan kurungan.

Terdakwa Mardiyono yang merupakan Perwira Urusan Akuntansi dan Verifikasi Urusan Keuangan (Paur Akver Urkeu) Akpol itu sengaja menggelapkan dana DIPA dalam kurun waktu 2014–2019.

Modusnya, terdakwa memindahbukukan sebagian anggaran Akpol ke rekening penampung atas nama pribadinya hingga negara rugi Rp615 juta. Aksi itu selalu dilakukan setelah ia mencairkan anggaran untuk keperluan sehari-hari Akpol.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dinilai melanggar Pasal 8 Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUH Pidana.

Dalam pertimbangan hukumannya, majelis menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Serta menimbulkan kerugian negara. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar