in

Pedagang Terboyo Ogah ‘Dibuang’ ke Pasar Mati

“Pasar Banjardowo itu terbengkalai, hanya dikuasai kelompok sabung ayam. Kami ini butuh berdagang untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak sekolah,”

SEMARANG (jatengtoday.com) – Permasalahan pemindahan pedagang Terminal Terboyo tak kunjung tuntas. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dinilai tidak serius dalam memersiapkan pemindahan pedagang secara profesional. Sebab, pedagang hingga sekarang belum diberikan tempat relokasi.

Sedangkan pembangunan di Terminal Terboyo tengah berlangsung. Bangunan Terboyo harus segera dirobohkan. Dalam kondisi pedagang belum mendapatkan tempat relokasi, Pemkot Semarang memerintahkan agar Terminal Terboyo dikosongkan per 1 September 2018.

Perintah pengosongan tersebut menyusul rencana pedagang Terboyo diminta menempati Pasar Banjardowo Genuk. Tentu saja, hal itu membuat pedagang Terboyo resah.

“Lho kok dikosongkan bagaimana? Pedagang ini mau ditempatkan dimana? Sampai sekarang kami belum diberikan tempat relokasi,” kata salah satu anggota PPJ Terminal Terboyo, Sutar, Sabtu (25/8/2018).

Sebelumnya, pemindahan pedagang Terboyo direncanakan akan ditempatkan di Terminal Mangkang. Tetapi belum terealisasi, rencana itu berubah. “Dulu sempat mau diundi, malah dibatalkan. Sekarang muncul kebijakan baru, pedagang disuruh pindah ke Pasar Banjardowo. Pasar itu terbengkalai, hanya digunakan sebagai sabung ayam. Kami ini butuh berdagang untuk menghidupi keluarga, membiayai anak sekolah,” katanya.

Sementara Pemkot Semarang sendiri belum mempersiapkan tempat di Pasar Banjardowo. “Bayangkan saja, butuh berapa lama untuk mempersiapkan tempat di Pasar Banjardowo yang mati itu. Saran kami sih, kalau Pemkot Semarang belum siap, lebih baik para pedagang Terboyo ini tetap diizinkan di Terboyo hingga tempat relokasi yang disiapkan Pemkot Semarang siap,” katanya.

Seharusnya, kata dia, sejak dahulu Pemkot Semarang mempersiapkan tempat relokasi secara profesional. Bukan hanya melakukan pembangunan tanpa memikirkan dampak yang mencekik leher rakyatnya. “Kami ini tidak menolak direlokasi. Siapkan tempat relokasi yang sesuai. Lakukan pendataan secara profesional, pasti tidak ada masalah. Lha ini, sama sekali tidak dipersiapkan,” katanya.

Pembicaraan awal sebetulnya sudah jelas, Dishub Kota Semarang menyetujui, baik pedagang maupun awak bus di Terminal Terboyo, semuanya akan “bedhol desa” ke Terminal Mangkang. Tetapi hal itu tidak ada realisasi.

“Kami mau pindah di Terminal Mangkang. Asal ada kios di sana. Ternyata bermasalah, ada kurang lebih 70 kios di sana, kekurangannya mau ditempatkan di Terminal Penggaron. Oke, kami siap. Setelah mau diundi, ternyata kios-kios di Terminal Mangkang sudah ada namanya, sudah ada pemiliknya,” ungkapnya.

Ada dugaan, dulunya terjadi jual beli kios di Terminal Mangkang. Tapi karena sepi, kios tersebut mangkrak. Begitu ada rencana pemindahan Terminal Terboyo ke Mangkang, pemilik kios lama muncul kembali.

“Nah, akhirnya jadi masalah baru. Ini baru masalah pedagang. Belum lagi masalah bus AKAP (antar kota antar provinsi). Saya yakin nanti juga ada masalah,” katanya.

Masalah seperti itu, lanjut Sutar, seharusnya terdeteksi sejak awal oleh Pemkot Semarang. Sehingga pemindahan pedagang berjalan profesional dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Kami sepenuhnya mendukung program pembangunan pemerintah selama prosesnya jelas, profesional, pedagang dimanusiakan, dan seterusnya. Ini tidak,” katanya.

Para pedagang meminta pemindahan harus dilakukan dari terminal ke terminal. Baik dipindah ke Terminal Mangkang maupun Terminal Penggaron. “Kemarin kami dimintai tandatangan pernyataan kesediaan pindah ke Pasar Banjardowo tidak mau semua. Kondisinya di Pasar Banjardowo seperti itu, pasar mati, kasihan to pak. Maunya dari terminal ke terminal,” katanya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pedagang Terminal Terboyo akan dipindah kePasar Banjardowo Genuk. “Kami sudah mendapatkan kepastian dari Kementerian Perhubungan soal rencana pemindahan pedagang ke Terminal Mangkang,” katanya.

Kemenhub selaku pengelola Terminal Mangkang, kata Ita sapaan akrab Hevearita, sudah memastikdan tidak semua pedagang dari Terminal Terboyo bisa direlokasi ke Terminal Mangkang. “Hanya pedagang tiket online yang diperbolehkan menempati Terminal Mangkang. Jumlahnya hanya 15 pedagang, sehingga sisanya akan kami relokasi di Pasar Banjardowo,” katanya.

Saat ini, lanjut Ita, Pasar Banjardowo sedang dipersiapkan. Karena dalam pengecekan memang ditemukan banyak kios kosong, sehingga menimbulkan kesan mangkrak. “Saya akan mengumpulkan pemilik kios. Kalau tidak digunakan, biar digunakan orang lain. Misalnya ditempati pedagang Terminal Terboyo,” katanya.

Pemkot Semarang juga akan membantu akses masuknya angkutan kota dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Termasuk di belakang pasar ada jalan tembus ke Kaligawe juga akan diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sehingga perekonomian di Pasar Banjardowo akan semakin ramai dan hidup.

“Relokasi Terminal Terboyo ini sementara, sambil menunggu dua tahun pembangunan Terminal Terboyo sebagai terminal barang selesai, mereka bisa direlokasi lagi ke sana. Akan disiapkan tempat bagi pedagang,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto