in

PDIP Jateng Fokus Konsolidasi Internal, Tak Terpancing Urusi Partai Lain

KARANGANYAR (jatengtoday.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah memperkuat konsolidasi internal partai dengan melakukan roadshow ke berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar mesin partai tetap solid dan janji-janji kampanye yang telah disampaikan dapat terwujud dengan nyata.

Ketua DPD PDIP Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit, menegaskan bahwa partainya memilih untuk fokus pada agenda internal dan penyelesaian janji kampanye ketimbang terlibat dalam urusan partai lain, terutama terkait pernyataan Ketua PSI, Kaesang Pangarep, yang menyebut akan mengubah Jateng dari ‘kendang banteng’ menjadi ‘kendang gajah’.

“Kita fokus pada agenda partai kita sendiri. Mau menjadikan kandang apa, itu urusan partai lain,” ujar Dolfie dengan santai setelah rapat konsolidasi tertutup di Kantor DPC PDIP Karanganyar, Senin (23/2/2026).

Dolfie menegaskan bahwa bagi PDIP, yang lebih penting saat ini adalah memastikan konsolidasi internal berjalan dengan baik dan semua janji kampanye yang disampaikan oleh bupati, wali kota, dan anggota dewan PDIP bisa terealisasi. “Kami hanya fokus pada kerja-kerja partai kami. Banyak tugas yang harus dipenuhi, janji-janji kampanye bupati kami, wali kota kami, anggota dewan kami,” tegasnya.

Rapat di Karanganyar tersebut merupakan bagian dari roadshow PDIP Jateng ke 35 kabupaten/kota. Sejak kepengurusan baru terbentuk, Dolfie melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk memeriksa kondisi organisasi dan memastikan bahwa partai tetap solid menjelang pemilu mendatang.

“Kami ingin tahu perkembangan konsolidasi di setiap cabang. Intinya arah konsolidasi partai ini mau ke mana,” tambahnya.

Fokus Utama: Kerja Nyata dan Realisasi Janji Kampanye

Meskipun PDIP mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2029, Dolfie menegaskan bahwa fokus utama partainya tetap pada kerja nyata. “Janji-janji kampanye yang disampaikan oleh bupati dan anggota DPRD dari PDIP harus direalisasikan. Itu yang lebih penting bagi kami,” tegasnya. Bagi Dolfie, kepercayaan publik harus dibangun bukan dari slogan, melainkan dari program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dolfie juga menyinggung tantangan klasik yang dihadapi pemerintah daerah, yakni keterbatasan anggaran. “Banyak daerah di Jawa Tengah masih bergantung pada transfer pemerintah pusat. Bahkan porsinya bisa mencapai 80 persen dari APBD. Kepala daerah harus pintar menentukan prioritas, dengan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi yang utama,” jelasnya.

Bambang Pacul Ikut Hadir dalam Konsolidasi

Politisi senior PDIP dan anggota DPR RI Dapil IV Jateng, Bambang Wuryanto, yang akrab disapa Bambang Pacul, juga hadir dalam rapat konsolidasi tersebut. Ia menjelaskan kehadirannya adalah untuk mengikuti agenda internal partai. “Saya diundang selaku anggota DPR RI Dapil 4. Jadi saya mesti mengikuti. Ini agenda DPD partai,” ujarnya singkat.

Di tengah perdebatan dan manuver politik antarpartai, PDIP Jateng memilih untuk fokus pada perbaikan internal, memastikan kader bekerja dengan baik, dan membuktikan janji kampanye melalui kerja nyata. Baginya, itu jauh lebih penting daripada sekadar adu slogan politik. (*)