in

Pasar Mati Suri, Pedagang PIH Rejomulyo Minta Pemkot Semarang Carikan Solusi

Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo Kota Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pasar Ikan Higienis (PIH) Mina Rejomulyo Semarang hingga saat ini dalam kondisi “mati suri” karena ditinggalkan pedagang akibat sepi. Para pedagang mengeluhkan karena pasar tersebut tidak mendapatkan perhatian serius, sehingga tidak kondusif.

Salah-satu pedagang ikan hias, Fajar mengatakan, kondisi gedung utama PIH ini semakin memprihatinkan. “Hanya bertahan dua pedagang ikan hias di dalam. Begitu pun di gedung belakang yang dijadikan sentra ikan hias kondisinya juga sama,” katanya, Kamis (9/12/2021).

Dikatakannya, lantai satu sempat digunakan untuk pedagang ikan konsumsi. Namun tidak bertahan lama karena sepi. “Karena kondisinya sepi, akhirnya ditinggalkan oleh para pedagang. Sekarang ini kosong,” terangnya.

Sedangkan di lantai dua, lanjut dia, sebelum pandemi lumayan ada aktivitas karena digunakan untuk lomba ikan hias. Namun setelah ada pandemi hingga sekarang, lantai dua pun tidak ada aktivitas pedagang.

“Saat ini ada renovasi perbaikan plafon dan pengecatan. Selain itu ada pembangunan kios baru, informasinya akan dipergunakan untuk menampung pedagang ikan hias dan pedagang ikan konsumsi,” imbuh dia.

Sedangkan untuk lantai satu, lanjut dia, berdasarkan informasi petugas dari Pemkot Semarang akan digunakan untuk usaha ikan olahan dan kuliner. “Saya belum tahu mengenai kapan rencana itu direalisasikan,” katanya.

Dia menyayangkan, PIH ini semestinya mendapatkan perhatian serius agar pengelolaannya bisa mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.

“Kalau kondisi seperti ini dibiarkan dan tidak mendapatkan solusi dari pemerintah, maka pedagang pergi karena sepi. Pasar akan mati. Bagaimana bisa bertahan kalau situasinya tidak kondusif, tidak ada pengunjung, dan tidak ada strategi oleh pemerintah untuk menghidupkan pasar ini,” katanya.

Dia optimistis, apabila pemerintah serius untuk membantu mencarikan solusi, memiliki konsep dan strategi secara matang, maka pasar tersebut akan kembali hidup. “Misalnya membuat event pameran secara rutin, untuk mengenalkan pasar tersebut kepada masyarakat luas di Kota Semarang. Pedagang juga perlu bantuan pemerintah untuk memperbaiki aquarium agar lebih menarik,” katanya.

Pedagang lain, Kartini mengatakan, kondisi PIH mulai sepi sejak 2011. Dia berharap, pemerintah serius untuk mendorong menghidupkan pasar tersebut dengan memberikan fasilitas memadai agar pedagang dan pembeli nyaman. “Kami berharap, 2022 ini bisa kembali ramai,” imbuh dia.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, pihaknya telah melakukan renovasi di Gedung PIH Rejomulyo tersebut. “Harapannya, PIH Rejomulyo menjadi sentra bisnis perikanan. Menjadi wadah pelaku usaha UMKM dan nelayan yang akan menjual produk-produk perikanan,” terangnya.

Dia mengakui, selama ini belum ada wadah secara khusus diperuntukkan pelaku UMKM olahan perikanan, “Setelah selesai renovasi, kondisinya akan lebih nyaman. Kami akan mewadahi sentra bisnis perikanan, sehingga masyarakat tertarik untuk berbelanja atau menikmati kuliner di PIH Rejomulyo,” ujarnya. (*)

editor : tri wuryono

Abdul Mughis