in

Pakai Teknologi Robot, Air Mancur Menari BKB Dioperasionalkan Malam Tahun Baru

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kota Semarang segera memiliki satu titik destinasi wisata yang digadang-gadang penampakannya mirip Banpo Bridge Fountain yang dikenal dengan sebutan Moonlight Rainbow di Korea Selatan.

Destinasi tersebut adalah Bridge Fountain atau jembatan air mancur Banjir Kanal Barat (BKB). Tidak main-main, proyek “menghias jembatan” dengan gemerlap warna-warni lampu dan air menari ini melahap duit Rp 17 miliar.

“Saat ini sedang proses ujicoba. Baru dilakukan setting pewarnaan dan tarian airnya. Water Fountain ini akan dioperasionalkan pertama malam Tahun Baru (2019),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Iswar Aminuddin, Jumat (14/12/2018).

Dijelaskannya, water fountain merupakan air mancur yang dijalankan menggunakan teknologi robot, sensor dan nozel, melalui control room. “Yang menggerakkan mesin. Air mancur akan menari sesuai dengan getaran lagu yang diputar. Kami mendatangkan tenaga ahli dari Maroko dan Cina,” katanya.

Untuk selanjutnya, mengenai apakah akan dioperasionalkan setiap hari atau hanya di hari-hari tertentu, pihaknya mengaku masih melakukan rapat koordinasi. “Kemungkinan tidak dioperasikan setiap hari. Tapi nanti kita lihat dulu, menunggu kebijakan Pak Wali Kota, apakah dioperasionalkan setiap hari atau bagaimana,” katanya.

Ini sebagai salah satu upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik BKB menjadi salah satu destinasi wisata air. Menurutnya, BKB memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata. Apalagi menjadi jalur yang dilintasi pengguna Bandara Ahmad Yani melalui Jalan Madukoro.

Pembangunan Bridge Fountain ini dibangun menggunakan anggaran Rp 17 miliar. Proses pengerjaannya dimulai sejak Agustus 2018 lalu dan diselesaikan dalam waktu empat bulan. “Nantinya ada tiga air mancur yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan jembatan. Satu lagi di tengah di antara dua jembatan,” terang Iswar.

Konsepnya, air disedot menggunakan pompa, kemudian disemprotkan dari kanan kiri jembatan ke arah sungai. Air mancur tersebut bergerak- gerak mengikuti pola koreografi yang telah didesain.

“Sedikitnya akan ada 10 koreografi gerakan air yang dilengkapi dengan lampu warna warni,” katanya.

Lebih lanjut, dikatakannya, pembuatan water fountain ini merupakan proyek pertama kali dibangun di Indonesia. Kontraktor pemenang lelang yang mengerjakan proyek ini berasal dari Jawa Barat. Mereka terpilih dengan pertimbangan memiliki pengalaman mengerjakan pembangunan serupa di Abu Dhabi. (*)

editor : ricky fitriyanto