in

Telah Ikrar Setia NKRI, Napi Terorisme Lapas Semarang Bebas

Napiter tersebut dulunya masuk dalam jaringan Jama’ah Anshorut Daulah (JAD).

Napiter Arisal Nano Supriyatna melakukan pengecekan administrasi sebelum keluar dari Lapas Semarang. (istimewa)
Napiter Arisal Nano Supriyatna melakukan pengecekan administrasi sebelum keluar dari Lapas Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Setelah sempat melaksanakan Ikrar Setia NKRI, seorang narapidana kasus terorisme di Lapas Semarang telah bebas murni atau habis masa pidananya.

Arisal Nano Supriyatna, napiter asal Kabupaten Sukabumi ini dijatuhi vonis penjara 3 tahun dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Berdasarkan data sistem informasi perkara pengadilan, ia ditahan sejak 13 Maret 2021.

Arisal sempat menjalani tahanan di Rutan Depok sebelum dipindahkan ke Lapas Kelas I Semarang untuk mengikuti pembinaan lebih baik.

Kepala Lapas Semarang, Usman Masjid mengungkap, napiter tersebut dulunya masuk dalam jaringan Jama’ah Anshorut Daulah (JAD). Saat melaksanakan hukuman di Lapas Semarang, tidak ada yang terlihat menonjol dari dirinya.

“Ia seperti orang biasa pada umumnya, mengikuti pembinaan dengan baik, sama sekali tidak pernah mendapat register F,” ucap Usman, Minggu (14/1/2024).

Setelah mendapatkan pertimbangan, Lapas Semarang menggelar Ikrar Setia NKRI untuk napiter. Arisal berkesempatan mengikuti Ikrar tersebut yang dilaksanakan di Lapas Semarang pada 14 November 2023.

Napiter yang telah melaksanakan ikrar dapat memperoleh haknya kembali. Salah satunya adalah hak integrasi. Namun sebelum proses integrasinya habis, masa hukuman Arisal ternyata telah habis terlebih dahulu.

“Berdasarkan surat lepas nomor: W.13.PAS.1-PK.05.12-96 tanggal 14 Januari, kami bebaskan satu orang napiter dari Lapas Semarang dengan kategori bebas murni,” ungkap Usman.

Pada pukul 06.00 WIB, Arisal dibawa ke ruang registrasi untuk dilakukan pengecekan berkas administrasi. Selanjutnya Arisal dibawa menuju penjaga pintu utama lapas untuk digeledah dan dicek kembali kelengkapan berkasnya.

Kemudian sekitar pukul 06.20, didampingi BNPT, Densus 88 Antiteror dan anggota Polrestabes Semarang, Arisal keluar (bebas) dari Lapas Semarang. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar