in

Tanamkan Ideologi Pancasila lewat Pendekatan Kuliner, BPIP Launching Mustika Rasa on Stage

Mustika Rasa on Stage yang pertama digelar di Kota Semarang, tepatnya di Oud En Niuew GKBI Kota Lama Semarang.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Ir. Prakoso (memegang perkakas dapur) saat melaunching Mustika Rasa On Stage di Kota Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melaunching kegiatan Mustika Rasa on Stage. Acara tersebut sebagai upaya mengajak masyarakat menanamkan ideologi Pancasila lewat pendekatan kuliner.

Mustika Rasa on Stage yang pertama digelar di Kota Semarang, tepatnya di Oud En Niuew GKBI Kota Lama Semarang, Jumat (24/12/2021). Nantinya akan dilanjut di kota-kota lain.

Acara tersebut terinsipirasi dari buku kumpulan resep kuliner Nusantara berjudul Mustikarasa. Buku ini didokumentasikan pada 1964 oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, Ir. Prakoso mengatakan, pembinaan ideologi Pancasila bisa melalui beberapa instrumen.

“Salah satunya lewat pendekatan kuliner. Indonesia memiliki berbagai jenis makanan yang harus kita jaga sebagai warisan negara,” ujarnya.

Kata dia, banyak negara di dunia yang mendorong sektor kuliner untuk dijadikan kekhasan suatu negara. Indonesia tidak kalah hebat karena mempunyai keanekaragaman hayati yang bisa diolah jadi berbagai masakan.

Chef Hardian Eko Nurseto saat cooking class dalam Mustika Rasa On Stage BPIP di Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)


Sebagai gambaran betapa banyaknya kuliner Nusantara bisa dilihat di buku Mustikarasa yang berisi 1.600 resep makanan lintas daerah, mulai dari makanan khas Papua hingga Aceh.

“Semoga dengan mewarisi Mustikarasa, daya saing negara kita semakin meningkat, Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan tangguh,” harap Prakoso.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu berterima kasih karena menjadikan daerahnya sebagai tempat pertama kegiatan Mustika Rasa on Stage.

Hevearita atau Ita sendiri sudah lama mencoba memasak menu-menu yang ada di buku Mustikarasa. “Kita belajar masak ini, setahun nggak habis,” ujarnya.

Lewat buku itu juga dia paham bahwa makanan pokok tidak hanya nasi. Pemkot Semarang berupaya menggalakkan program menanam tanaman pendamping padi.

“Di Semarang, Bapak Wali Kota sudah menginstruksikan gerakan menanam pohon sukun. Buah sukun bisa jadi makanan pendamping nasi,” ungkap Ita. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.