in

Mengenali Diare pada Anak, Penyebab dan Cara Pencegahannya

Kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko anak terkena diare.

Ilustrasi (foto: unicef.org)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Diare adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB), dan tekstur feses yang lebih cair (mencret). Sanitasi yang buruk menjadi salah satu pemicu penyakit pencernaan ini pada anak.

Secara umum, penyebab diare pada anak adalah karena infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus dan bakteri salmonella. Terkadang, diare pada anak bisa disebabkan oleh parasit, seperti giardia. Namun, kasus ini lebih jarang terjadi.

Seperti dilihat di laman ayosehat.kemkes.go.id, kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko anak terkena diare. Sebab, anak bisa saja mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme penyebab diare.

Baca Juga: Buruknya Sanitasi Dasar jadi Akar Berbagai Masalah Kesehatan

Penyebab lain diare pada anak adalah tidak dapat mencerna makanan tertentu (intoleransi makanan), alergi makanan tertentu, reaksi obat-obatan tertentu, penyakit saluran pencernaan, keracunan makanan, masalah di cara kerja saluran pencernaan, dan operasi perut.

Gejala diare pada anak

Penting juga bagi para orangtua untuk mengetahui gejala-gejala diare pada anak agar bisa memberikan perawatan dengan tepat. Selain feses yang terlalu cair, terdapat beberapa ciri-ciri diare pada anak yang dapat muncul, di antaranya:

• Demam
• Menggigil
• Feses yang mengandung darah
• Rasa sakit di perut
• Mual atau muntah
• Buang air besar yang tidak dapat dikontrol
• Kembung di perut
• Dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh.

Jenis diare pada anak

Berdasarkan lama berlangsungnya, jenis diare pada anak dibedakan menjadi dua.

Diare akut

Diare akut berlangsung selama 1-2 hari, kemudian akan hilang dengan sendirinya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, atau bisa jadi terjadi jika anak sakit karena virus.

Diare kronis

Diare kronis berlangsung selama beberapa minggu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, seperti sindrom iritasi usus besar, kolitis ulseratif, penyakit Crohn, penyakit celiac, atau penyakit usus lainnya.

Diare pada balita dan anak yang parah dapat menandakan masalah serius. Jangan sampai anak terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Penanganan diare pada anak bergantung pada gejala, kondisi kesehatan umum, dan seberapa parah diarenya. Pastikan anak tetap terhidrasi karena diare bisa menyebabkan ia kehilangan banyak cairan.

Cara mengatasi diare pada anak

* Jangan memberikan minuman bersoda ataupun jus karena dapat memperparah diare pada anak.
* Jangan hanya memberikan air mineral kepada anak, tetapi berikan larutan elektrolit-glukosa yang memiliki kandungan air, garam, dan gula yang seimbang, seperti oralit, atau air kelapa agar anak tidak mengalami dehidrasi. Dehidrasi merupakan salah satu permasalahan utama dari diare pada anak dan pemberian larutan elektrolit-glukosa dapat mengatasi dehidrasi dengan baik.
* Jika usia si kecil masih di bawah 6 bulan, berikan ASI atau susu formula untuk mengatasi diare dan muntah pada anak.
Berikan zinc untuk mengembalikan gizi yang hilang pada anak dan melindunginya dari diare.
* Jika diare pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri, berikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
* Lakukan vaksinasi rotavirus.

Jika gejala semakin berat atau disertai gejala lainnya, seperti sesak napas, kejang, atau hilang kesadaran, segera bawa anak ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Cara mencegah diare pada anak

Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah diare pada anak dan balita:

+ Pemberian vaksin rotavirus kepada anak.
+ Mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar (BAB).
+ Menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama kamar mandi.
+ Cuci sayur dan buah dengan baik sebelum memberikannya pada anak.
+ Cuci peralatan masak dengan baik, terutama setelah digunakan untuk memotong daging atau ayam mentah.
+ Langsung masukkan daging mentah ke kulkas setelah dibeli.
+ Tidak memberikan susu yang belum melewati proses pembunuhan bakteri.
+ Tidak memberikan daging, ikan dan bahan makanan lain yang masih mentah atau belum dimasak.
+ Konsumsi makanan yang sehat dan bersih.
+ Batasi anak untuk mengonsumsi makanan yang dibeli di luar rumah karena tidak terjamin kebersihannya.

Diare pada balita dan anak yang parah dapat menandakan masalah serius. Jangan sampai anak terlambat mendapat penanganan yang tepat. (*)

Tri Wuryono