in

Mengandung Madu Versi MLM

Mematahkan Logika “Mengandung Madu” versi MLM yang katanya bisa obati 35 penyakit.

(Credit: Dewi Poedjawati, Unsplash)

Kawan saya ibercerita, ada orang MLM mengajak mencari pemasukan sampingan, dengan mengikuti multi-level marketing. Produk yang ditawarkan berupa kopi kemasan saset, yang bisa mengobati sekian macam penyakit.

Tahun 1995 saya pernah mempelajari skema piramida multi-level marketing dan tidak tertarik dengan MLM.

Saya hanya akan bahas tentang bagaimana cara penjual menceritakan produknya.

Katanya Produk X ini mengandung bahan bernama X, dibuat dengan riset, terbukti ampuh, ada testimoni orang-orang terkenal dan mereka yang pernah sembuh, serta simulasi keberhasilan. Janji tentang keuntungan, tidak perlu saya tuliskan di sini.

Saya tertarik dengan logika yang disampaikan.

Bagaimana banyak orang bisa terpikat dengan logika “suatu produk yang bisa menyembuhkan 35 penyakit”?

Saya jelaskan versi singkat, sebelum kamu baca lebih lanjut. Pelajari kesalahan-berlogika (logical fallacy) dan “bias kognitif” (cognitive bias).

Jika suatu produk yang sangat ampuh, diproduksi oleh suatu toko terhebat, bukan berarti seluruh kehebatan toko itu tersimpan hanya dalam satu obat tersebut.

Madu itu ampuh. Mengandung khasiat banyak sekali. Kopi juga ampuh. Punya manfaat dan kebaikan jika kita konsumsi. Benar. Saya percaya itu.

Hanya saja, untuk sampai kepada khasiat, bukan jalan mudah. Kopi jenis apa? Materi kopi itu bagaimana? Cara panen, cara roasting, komposisi olahan, cara memasak (suhu, takaran) dan menyajikan, serta bagaimana cara konsumsinya? Kalau semua itu “jalan”, barulah manfaatnya terasa. Madu juga demikian.

Dengan bahasa paling mudah, coba kita bertanya, “Apakah jika suatu makanan mengandung madu, kamu bisa pastikan semua manfaat terbaik madu, akan kamu rasakan setelah mengkonsumsi makanan itu?”.

Jawabannya akan di sekitar ini: 1. Iya, hanya sekian persen. Yang jelas, tidak sepenuhnya. Banyak faktor lain yang berperan. 2. Belum tentu. Tergantung madu apa, dicampur apa, dan mengolahnya bagaimana.

Akan ditertawakan orang kalau kamu cantumkan “manfaat produk ini” (yang mengandung madu tadi) di bungkus luar, yang berisi copy-paste dari manfaat madu secara umum.

Madu, cabe, jeruk, kopi, segala macam buah, sayuran, dan makanan, akan bermanfaat, namun banyak faktor yang harus dipenuhi.

Ini sama ceritanya dengan pedagang teh yang mengutip manfaat teh, dari ilmuwan teh di Jepang, tetapi pedangang ini menyajikan teh dengan gula yang sangat manis yang bisa merusak manfaat dan kebaikan teh itu. Ini sama ceritanya dengan orang yang bercerita menemukan “resep” melawan COVID-19, dengan buah dan rempah-rempah. Bisa saja, tetapi belum tentu berlaku untuk semua orang. Dan pasti, sekali lagi, ada syarat dan ketentuan dari bahan-bahan, komposisi, dan cara meraciknya.

Biarpun suatu produk dikatakan sudah melalui riset, sudah terbukti, dll. saya selalu berpegang pada logika: “syarat dan ketentuan berlaku..”

Itu sebabnya, orang bekerja keras belum tentu kaya, orang rajin belajar belum tentu pintar.

Kalau berjualan, saya lebih suka melihat tulisan “mengandung madu 15mg”. Ukuran pasti. Orang bisa search sendiri, apa manfaat madu. Daripada mengatakan, “ini obat 35 penyakit” — hanya karena mengandung madu di mana madu bisa menjadi pengobat 35 penyakit.

Sayang sekali, logika “mengandung madu” ini bukan hanya ada di MLM. Lihatlah, calon yang akan kita pilih, berbuat baik kepada wong cilik, ini fotonya. Jadi, pilihlah calon ini, karena ia memihak wong cilik. Ingat sekali lagi, “Syarat dan ketentuan berlaku..”. [dm]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.