in

Panduan Mendalam: Memahami Das Kapital dan Pemikiran Karl Marx

Membongkar kesalahan membaca dan memahami Das Kapital Karl Marx.

(Image: DALL-E)

Marxisme mirip agama. Marx menuliskan ajaran komunisme, sebagai ideologi yang bicara tentang kebutuhan dasar manusia. Komunisme, dalam pandangan Marx, bisa membebaskan setiap individu dan masyarakat, di seluruh dunia, dari masalah mereka, tepatnya mengenai nilai dan hubungan sosial. Kata “ideologi”, yang berarti “ilmu sistem ide”, datang dari buku the German Ideology Karl Marx.

Ideologi komunisme Marx, menarik minat para pemikir dan masyarakat yang ingin perubahan, kemudian mengalami adaptasi di mana-mana. Bentuk komunisme, kemudian menjadi berbeda-beda ketika diterjemahkan di negara-negara pengikutnya.

Tujuan “membebaskan manusia dari masalah”, dengan adaptasi berbeda-beda inilah, yang membuat komunisme kadang terlihat berfungsi mirip agama.

Marxist, berarti para penganut Marx, sedangkan Marxian berarti mereka yang terpengaruh dan mengadaptasi ajaran Marx.

Kita perlu membaca Marx berdasarkan karya-karya Marx sendiri, memperhatikan konteks historis, dan hubungan antar-karya, dan perjalanan intelektual-politik Marx.

Tulisan ini hanya pengantar untuk membaca karya-karya Marx. Secara spesifik, agar kita tidak salah dalam memahami gagasan Marx.


Marx menulis banyak buku. Kita bisa temukan (download) di internet. Bacalah dengan kawan-kawan, karya-karya Marx itu. Jangan mendahulukan membaca komentar dan kriitik atas karya Marx tanpa membaca buku Marx.

Das Kapital atau “Kapital” atau the Capital, merupakan masterpiece sekaligus proyek seumur hidup Karl Marx yang paling sering dibicarakan. Sebenarnya, itu karya yang belum selesai. Sekaligus karya Marx yang paling sering disalahpahami. Jangan protes dulu, saya akan jelaskan sampai selesai.

Pamer referensi, kalau tidak tuntas kamu baca, itu sikap memalukan. Nggak siap diskusi. Hasilnya asumsi dan penilaian tanpa arah.

Mengapa saya harus mengulas ini? Marxisme merupakan ideologi yang banyak dipelajari di universitas dan pergerakan, sekaligus paling sering disalahpahami pembaca Das Kapital, karena mereka tidak tuntas membaca Marxisme.

Banyak orang belum baca Das Kapital karya Karl Marx. Banyak yang tidak baca buku ini, ikut bicara tentang pemikiran Karl Marx. Mereka bahkan tidak mengerti definisi “komunisme” menurut Karl Marx, langsung dari bukunya. Selain itu, banyak pembaca Das Kapital yang belum tahu bagaimana cara baca buku ini. Banyak pembaca yang tidak cross-reference buku ini dengan karya Marx yang lain. Kesulitan lain datang: buku-buku Marx lain, yang menjadi konteks pembacaan Das Kapital, tidak banyak yang bisa diakses publik. *) Paragraf ini terasa menyakitkan, bagi yang telah membaca maupun belum membaca Das Kapital.

Saya akan sajikan ringkasan dan konteks karya-karya Marx, terutama Das Kapital. Tulisan ini membahas bagaimana memahami gagasan Karl Marx dalam Das Kapital, dengan pembanding berupa gagasan Karl Marx di karya-karya yang jarang diungkapkan ke publik..

Isu ketidaksetaraan ekonomi, mengangkat isu perjuangan kelas. Karl Marx nge-hit ketika orang merasakan ada yang salah dengan ekonomi kapitalisme sekarang. Sampai sekarang, kita masih dengar orang berteriak “antikapitalisme” atau “mengecam kapitalisme”, dan yang sedikit pintar, mengaitkan sikap mereka kepada Karl Marx. Fenomena ini lebih ngehit, ketika Grimes putus dengan Elon Musk. Kedua orang ini berpose, Grimes memegang buku Communist Manifesto, sebagai “manifesto” melawan mantan pacarnya, yang menjadi salah satu sosok kapitalis hebat Abad ke-21.

Kumpulan karya Marx dan Engels versi bahasa Inggris, jumlahnya ada 50 jilid, itupun belum lengkap. Ingat: limapuluh jilid. Kamu sudah baca berapa karya Karl Marx?

Sebelum mengenal-kembali Karl Marx, ingat selalu:

  • Karl Marx bicara tentang kebebasan manusia.
  • Pemikiran Karl Marx melampaui detail eksploitasi ekonomi di bawah kapitalisme.
  • Karl Marx menentang semua bentuk dominasi sosial. Bukan hanya kapitalisme.
  • Karl Marx menguji kembali tesisnya, setelah menulis buku, bukan sebelum menulis buku. : )

Sebaiknya kamu punya gambaran seputar teks-teks kunci, serta konteks politik, sejarah, dan intelektual Karl Marx. Jangan lupa gunakan Google Bard dan koleksi buku-buku Karl Marx yang kamu punya.

Banyak pekerja Jerman sebelum Perang Dunia I menuntut untuk dikuburkan bersama buku Communist Manifesto. Benar, buku ini sangat populer. Tahun 1848, buku ini diterbitkan, dan menjadi titik-awal baik bagi pembaca yang ingin kenal pemikiran Karl Marx.

Bersama Engels, karya ini merupakan deklarasi pandangan Komunis, partai para pekerja. Bagian awal, “Kaum Borjuis dan Proletar”, diawali dengan kutipan terkenal:

Sejarah semua masyarakat yang ada sampai sekarang adalah sejarah perjuangan kelas.”

Jangan heran, kalau penganut Marxisme, jika kamu ajak bicara apapun, mereka selalu mencari bentuk pertarungan antarkelas. Pikiran mereka sudah menganggap sejarah sebagai “materi” dan di manapun sejarah dibicarakan, ada sejarah perjuangan kelas di situ.

Orang bebas dan budak, bangsawan dan kampungan, tuan dan budak, tuan serikat dan pekerja harian, singkatnya, penindas dan tertindas, berdiri dalam pertentangan terus-menerus satu sama lain, melakukan pertarungan tanpa gangguan, sekarang tersembunyi, sekarang terbuka, pertarungan yang masing-masing waktu berakhir, baik dalam pemulihan revolusioner masyarakat pada umumnya, atau dalam kehancuran bersama kelas-kelas yang bersaing.

Buku Communist Manifesto ini fasih mencela kapitalisme, menjelaskan analisis Marx tentang perjuangan kelas dan perubahan sejarah dan argumentasi untuk organisasi politik kelas pekerja.

Tahun 1872, Marx dan Engels memberikan kata pengantar baru, satu tambahan besar.

Marx mengamati Komune Paris, pemberontakan tahun 1871, yang menguasai Paris selama hampir 3 bulan. Marx-Engels percaya, kelas pekerja tidak mungkin hanya menguasai negara dan memakainya untuk melawan kapitalisme. Nah, ini yang saya bilang, bahwa Marx selalu “akan” memperbaiki pandangannya, dalam bentuk “revisi” dan buku berikutnya. Bukan inkonsistensi, melainkan revisi pemikiran sendiri.

Setelah Komune Paris ditindas, Marx menuliskan the Civil War in France, selanjutnya saya sebut CWF, bahwa hanya institusi yang diciptakan dan dikendalikan oleh kelas pekerja yang dapat mewujudkan alternatif politik yang demokratis dari kapitalisme.

Awalnya, CWF dimaksudkan sebagai pernyataan publik atas nama “Internasional Pertama”, suatu jaringan kelompok sosialis dan serikat pekerja dari banyak negara. Gerakan mereka membuktikan bahwa organisasi pekerja dapat secara kolektif dan demokratis membentuk kekuatan politik mereka.

CWF membuktikan gagasan radikal Marx tentang organisasi demokrasi dan visi emansipasi sosial.

Arti “Komunisme” Menurut Marx

Apa arti komunisme bagi (menurut) Marx?

Sama sekali berbeda dari apa yang kebanyakan kamu baca tentang definisi “komunisme”.

Kalau CWF untuk publik, berbeda dengan tulisan singkat Marx tahun 1875 berjudul Critique of Gotha Program (CGP). Marx berpolemik dengan Partai Sosial Demokrat Jerman yang baru dibentuk. Mereka, kaum sosialis, menyebut diri mereka “marxist“, namun menurut Marx mereka salah dalam memahami aspek-aspek kunci dari teori Marx. Garis bawah: Marx tidak suka kalau ada orang mengaku “Marxist” tetapi nggak paham teorinya

Marx menjelaskan bahwa transisi dari kapitalisme ke sosialisme dan komunisme tidak boleh dilihat sebagai dua tahapan berbeda. Menurut Marx, sosialisme dan komunisme merupakan fase berbeda dalam perkembangan bentuk baru masyarakat setelah kapitalisme.

Apa itu “Komunisme”?

Karl Marx menjelaskan komunisme sebagai “.. dari masing-masing menurut kemampuannya, untuk masing-masing menurut kebutuhannya..”.

Marx mengusulkan suatu bentuk kehidupan di luar cakrawala terbatas hak borjuis, di mana produksi diatur-ulang berdasarkan pengambilan keputusan yang rasional dan kolektif.

Marx mengkritik pandangan apa pun, sosialis atau lainnya, yang memperdebatkan kesetaraan hanya dalam bentuk redistribusi kekayaan.

Komunisme merupakan sistem yang berbeda. Kebutuhan manusia — berpotensi tak-terbatas dan bervariasi, dari individu ke individu — harus didahulukan.

Inti komunisme, menurut Marx:

  • Komunisme adalah “.. dari masing-masing menurut kemampuannya, untuk masing-masing menurut kebutuhannya..”.
  • Menyediakan kehidupan di mana kita bebas untuk berkembang dengan potensi penuh kita.
  • Kebebasan dan demokrasi membutuhkan organisasi sosial yang mengatasi bentuk kerja kapitalis.

Karya Awal Marx

Sebelum tahun 1848, sebagian besar karya Marx berkaitan dengan filsafat.

Marx terpengaruh Hegel, yang nge-hit setelah 1831 Hegel meninggal dunia.

Yang perlu kita tahu bersama, ada 2 aliran pengikut Hegel.

  • Hegelian Kanan, beraliran konservatif, religius, mendukung negara Prusia yang antidemokratis.
  • Hegelian Kiri, sebaliknya: anti-agama dan mendukung reformasi politik radikal melambangkan filosofi konservatif dan religius dan mendukung negara Prusia yang antidemokratis. Sebaliknya, kaum Hegelian kiri, menyukai versi filsafat Hegel yang anti-agama dan mendukung reformasi politik dan sosial yang radikal.

Marx tidak sepenuhnya Hegelian Kiri. Ini yang perlu kita ingat. Yang terpenting, Marx membaca Hegel secara mendalam dan Hegel berpengaruh besar terhadap karya-karya Marx, terutama di kisaran 1839-1845. Banyak terminologi Hegelian yang khas dan sulit, kita temukan di karya-karya Marx.

Yang terlihat dari karya-karya Marx awal, adalah perbincangan tentang sifat manusia, aktivitas manusia, dan keterasingan tenaga kerja.

Sebaiknya, kamu baca 2 buku ini, sebagai pengantar memahami Karl Marx:

  1. Karl Marx: Selected Writings (1977), diedit oleh David McLellan.
  2. The Marx-Engels Reader (1978), diedit oleh Robert C. Tucker.
  3. Karl Marx dan the Birth of Modern Society (2019) karya Michael Heinrich, tentang biografi Marx.

1843 on the Jewish Question

Marx menganalisis ragam liberalisme yang berfokus pada hak asasi manusia dan menjadi dominan setelah Revolusi Prancis pada 1789. Pokoknya, bicara “Revolusi Prancis” itu semacam materi wajib kalau mau bicara ideologi dan sastra. Kalau kamu mau baca Karl Marx secara utuh, bacalah sejarah “Revolusi Perancis”.

Pendekatan liberal terhadap kewarganegaraan politik membela hak yang sama tetapi mengabaikan ketidaksetaraan konkret yang dihasilkan oleh pasar modern.

Ada dikotomi antara kehidupan politik warga negara dan kehidupan pribadi ekonomi. Meskipun kehidupan politik tampak bebas, rasional, dan setara, kekuatan pasar dan kepemilikan pribadi menggerogoti kehidupan politik itu dengan memberikan kekuatan dunia nyata kepada para pemilik modal.

Hak politik diperlukan tetapi harus diperluas dan dibuat universal sebagai kebebasan manusia.

Tanpa teori, praktek buta, dan tanpa praktek, teori impoten.

Marx menulis tentang bagaimana kapitalisme mengatur produksi dan tenaga kerja.

Marx mengambil inspirasi dari gagasan keterasingan Hegel , untuk memahami dari mana kekayaan berasal. Marx membaca Adam Smith dan David Ricardo.

1940 the Manuscript

Marx meneruskan studi ini, mengklarifikasi pemikirannya. Tahun 1930-an, catatan ini kemudian dikenal sebagai buku the Manuscript.

1844 sebagai Tahun Konfrontasi

Ini tahun konfrontasi Marx dengan ekonomi politik borjuis.

Apa kritik Marx terhadap sistem ekonomi Borjuis?

Sifat manusia menjadi teralienasi dan terasing,, karena kapitalisme mengambil kendali kita atas aktivitas produktif dan sadar kita, Kapitalisme menyangkal penghargaan atas kapasitas kerja individu dan kolektif kita. Ketika kita menjual tenaga kerja kita kepada majikan untuk mendapatkan upah, kita kehilangan kendali atas apa yang kita lakukan, apa yang kita hasilkan, dan konteks sosial dan lingkungan kerja kita.

1845 Theses on Feurbach

Di sinilah kita bisa temukan kutipan sakti Karl Marx:

Sudah banyak para filsuf yang menjelaskan dunia, persoalannya adalah bagaimana mengubahnya.”

Pintar menjelaskan dan bertindak mengubah dunia, itu 2 hal yang berbeda. Kita sering dengar orang menjelaskan dunia. Contoh? Menjelaskan apa itu kemiskinan, ketidakadilan, kemudian berakhir sebagai perbincangan, sikap permisif, dan tidak ada prioritas tindakan untuk mengubah dunia. Betapa seringnya kita melihat itu. Karl Marx mengubah “masalah” ini menjadi filsafat aksi.

“Apa tindakan kita untuk mengubah dunia?” Itulah pesan yang ingin disampaikan Karl Marx di buku ini.

Pernyataan itu tentang ajakan untuk bertindak mengubah dunia. Marx melihat kesenjangan antara teori dan praktik. Keduanya sama-sama penting.

1867 Das Kapital

Inilah yang akan kita bicarakan. Karya ini, project hidup Karl Marx. Jilid 1 diterbitkan. Setelah meninggal, orang mengumpulkan dari arsip Engels, kemudian muncul jilid 2 dan 3, kemudian jilid 4 Teori Nilai. Jadi sebenarnya Das Kapital hanya 1 volume, kemudian menjadi 4 jilid karena peran Engels.

Das Kapital adalah karya yang belum selesai. Jilid 2-4 merupakan susulan. Bersenang-hatilah kalau kamu bisa baca keempat karya ini, karena kamu dapat versi lengkap, atas jasa Engels.

  • Kapitalisme pada dasarnya ditentukan oleh produksi dan pertukaran komoditas.
  • Komoditas, sebagaimana dijelaskannya, memiliki “nilai guna”, artinya, agar sesuatu menjadi komoditas, seseorang harus merasakan manfaatnya dalam memenuhi suatu kebutuhan.
  • Komoditas tidak ditentukan atau dinilai oleh penggunaannya sendiri tetapi oleh penjualannya di pasar sebagai komoditas. Misalnya, makanan yang dimasak untuk teman pasti memenuhi kebutuhan manusia — tetapi itu bukan komoditas. Sebaliknya, komoditas memiliki nilai tukar, yang menyebutkan nilainya dalam harga.

Untuk memahami hal ini, Marx bertanya:

Mengapa kekayaan muncul di bawah kapitalisme dalam bentuk nilai, hubungan sosial yang dinyatakan sebagai uang, dan bagaimana nilai ini terbentuk?

Ini pertanyaan yang harus kamu tanyakan kepada diri sendiri, ketika membaca Das Kapital. Atau kepada orang yang mengaku membaca Das Kapital. Sampai di sini, kamu boleh tekan pause, kemudian baca Das Kapital sampai selesai, dan melanjutkan membaca tulisan ini. : )

Apa jawaban Marx atas pertanyaan yang ia ajukan sendiri?

Sebagian dari jawabannya:

  • Kapitalisme bergantung pada bagaimana memperlakukan tenaga kerja manusia sebagai komoditas. Nilai tukar tenaga kerja diukur dalam upah.
  • Nilai guna tenaga kerja dikonsumsi selama hari kerja untuk menghasilkan komoditi yang dijual di pasar. Ini adalah wawasan yang krusial dan mengandung kunci teori eksploitasi Marx.
  • Selama hari kerja, kerja kita menghasilkan lebih banyak nilai daripada upah yang kita terima untuk tenaga kerja kita. Meskipun transaksi tampak adil, waktu kita di tempat kerja menghasilkan lebih banyak nilai baru daripada yang diwakili oleh upah kita.
  • “Nilai lebih” ini masuk ke kantong para kapitalis yang memiliki mesin, tanah, dan bahan mentah yang dibutuhkan untuk produksi.

Kapitalisme bergantung pada bagaimana memperlakukan tenaga kerja manusia sebagai komoditas.

Argumen Marx:

Nilai tidak muncul secara jelas dari setiap tindakan kerja fisiologis tetapi dari proses sosial yang menyamakan kerja manusia sebagai waktu kerja yang diperlukan secara sosial dan menjadikan aktivitas kerja abstrak dan komoditas seragam sebagai nilai. Proses ini memerlukan pertukaran, karena hanya penjualan komoditi yang memvalidasi nilai sosialnya.

Marx menjelaskan bagaimana komoditas, uang, dan modal, berfungsi sebagai momen berbeda dalam pembentukan nilai. Bentuk-bentuk ekonomi ini adalah semua hubungan sosial yang, bergantung pada aktivitas kerja yang telah diasingkan dari orang-orang yang menjual pekerjaannya dengan upah.

Akibatnya, produk kerja manusia berdiri di atas orang yang membuatnya, tampak terpisah dan mandiri dari kita.

Pasar mereduksi manusia menjadi fungsi ekonomi murni sebagai pembeli dan penjual komoditas.

Marx menyebut ini fetisisme. Berlaku juga untuk analisis Marx tentang komoditas, uang, dan kapital.

Bentuk-bentuk sosial ini memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai relasi dominasi, impersonal dan hadir di mana-mana di bawah kapitalisme.

Buku Das Kapital adalah kritik terhadap teori ekonomi secara keseluruhan.

Marx berhasil menunjukkan bahwa nilai itu sendiri adalah sebuah bentuk sejarah kehidupan dan sebagai hasilnya dapat ditransformasikan.

Hubungan sosial kapitalis tidak alami tetapi merupakan produk sejarah.

Kapitalisme rentan terhadap krisis dan kehancuran. Ini berarti, perubahan sosial adalah mungkin dan perlu.

Pesan Marx untuk para pembaca Das Kapital:

“Tidak ada jalan raya menuju ilmu pengetahuan, dan hanya mereka yang tidak takut mendaki jalan terjalnya yang melelahkan yang memiliki kesempatan untuk mencapai puncak ilmu pengetahuan yang bercahaya.”.

Sekian ulasan paling ringkas, semoga bisa menjadi pengantar, bagi kawan-kawan yang akan, sedang, dan telah membaca Das Kapital dan mempelajari karya-karya Marx. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.