DEMAK (jatengtoday.com) – Upaya menggempur peredaran rokok ilegal intensif dilakukan Pemkab Demak. Hal itu sehubungan kerugian ditanggung negara imbas marak beredarnya rokok tak bercukai di pasaran.
Salah satu upaya memberantas peredaran rokok ilegal tersebut adalah melalui pertunjukan Friday Night Acoustic (FNA) di pelataran Radio Suara Kota Wali (RSKW).
Dengan menggelar FNA yang ‘free HTM’ alias gratis bagi semua pengunjung, Dinas Komunikasi dan Informasinya Kabupaten Demak membidik kaum milenial untuk diajak memerangi penjualan bebas rokok tak bercukai resmi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak Endah Cahya Rini mengungkapkan, FNA dibesut untuk memberi kesempatan grup band lokal tampil unjuk gigi.
Selain menambah jam terbang, tentunya performa mereka diharap dapat memberikan hiburan masyarakat, khususnya pecinta RSKW.
Group band yang tampil cukup beragam. Di antaranya seperti Rolling Crot dari Slankers Demak, CK Kustik, dan Bam’s Metamo. Semuanya memiliki penggemar yang didominasi kaum muda.
Oleh karenanya tak salah jika momen berkumpul kelompok milenial tersebut diajak sekaligus menggempur peredaran rokok ilegal.
Sehingga narasumber berkompeten seperti Kasatpol PP Kabupaten Demak H Muhammad Ridhodin dihadirkan untuk menjelaskan ciri-ciri cukai resmi, di samping mengenal pita cukai ‘KW’ yang pastinya merugikan pemerintah.
Disebutkan pula, ajang FNA selain memberikan ruang seni pada komunitas musik juga merupakan media diseminasi informasi. Dalam forum ini ada pesan moral yang tersampaikan pada publik.
Termasuk program pemerintah untuk memberantas peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah Kabupaten Demak. (*)