in

May Day, Ganjar Ajak Buruh Bersenang-senang

PURBALINGGA (jatengtoday.com) – Ribuan buruh berkumpul di pelataran Owabong, Purbalingga, Rabu (1/5/2019). Mereka merayakan hari buruh internasional atau May Day dengan senam bersama dan jalan sehat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang, hadir untuk ikut merayakannya. “Perayaan May Day hari ini kami dorong agar sangat gembira, dengan berolahraga. Semoga hubungan industri antara buruh dengan pengusaha semakin baik,” kata Ganjar.

Ganjar berharap perayaan Hari Buruh secara gayeng tersebut diharapkan semakin menarik investor dan jadi inspirasi bagi daerah lain.

“Kalau suasana baik seperti ini jadi kondusif, kalau kondusif investor senang akhirnya membuka lapangan kerja, kalau sudah membuka lapangan kerja bagaimana, pengangguran berkurang kesejahteraan meningkat,” jelasnya.

Acara diawali dengan senam bersama di halaman parkir Owabong sekitar pukul 06.45. Usai senam, para buruh berjalan santai sejauh 3,5 km.

“Terimakasih perayaan May Day di Purbalingga ini disengkuyung seluruh warga. Terus ikatan persaudaraan dikencangkan, seng guyub,” jelasnya.

Selain bisa berkumpul dengan pengusaha dan pemimpinnya, kebahagiaan buruh masih ditambah dengan banyaknya door prize. Khumaidah, salah satu buruh pembuat bulu mata palsu dari Rema Jaya mengaku sangat menanti acara ini. Dia pun berangkat bareng buruh pembuat bulu mata palsu lainnya.

“Seneng banget, libur kerja dapat hiburan dan hadiah. Lebih seneng kegiatan seperti ini lebih bermanfaat,” katanya.

Dari Owabong, Ganjar bergeser ke Kabupaten Banyumas. Di sana, ada lomba karaoke untuk buruh. Suratman, buruh dari PT Rita Retelindo mengatakan lebih memilih acara seperti dari pada harus turun ke jalan.

“Nyatanya ini memberi manfaat bagi para buruh. Saya berangkat bareng 500 temen-temen karyawan PT Rita. Karena semuanya pada semangat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertans Jateng, Wika Bintang menambahkan, sudah selayaknya pengusaha dan buruh akur. Karena hubungan mereka tidak semata atasan dan bawahan.

“Harus ada rasa saling membutuhkan antara pekerja dan pengusaha. Pengusaha jangan semena-mena dengan pekerja,” ucapnya.

Rencananya, tahun depan, Pemprov Jateng berjanji akan mengemas May Day lebih meriah. Yakni dengan mengadakan lomba seperti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diikuti pengusaha dan buruh. (lhr)

editor : ricky fitriyanto