KENDAL (jatengtoday.com) – SMP Negeri 1 Gemuh, Kabupaten Kendal memantapkan diri melaju ke penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Tahpan penilaian atau seleksi program kini tengah berlangsung.
Sekolah Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Sekolah Adiwiyata, secara internasional disebut pula dengan Green School adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Sebelumnya, SMP Negeri 1 Gemuh atau yang dikenal dengan Spigem telah meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Kendal Tahun 2023.
Keberhasilan itu selaras dengan visi SMP Negeri 1 Gemuh, yaitu terwujudnya insan yang beriman, bertakwa, cerdas, dan berkarakter, serta peduli lingkungan hidup.
Kepala SMP Negeri 1 Gemuh Darmono SPd MPd mengatakan, menjadi Sekolah Adiwiyata bukan sekadar jadi, tapi melalui proses yang dilakukan setiap hari, sehingga tercipta kebiasaan budaya sekolah memelihara lingkungan.
Dijelaskan, salah satu pembiasaan itu adalah Jumat Bersih. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, terutama untuk pembersihan lingkungan yang terdampak banjir pada Januari 2025 lalu.
“Semua warga sekolah turut serta dalam kegiatan ini. Siswa, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah terlibat penuh semangat,” ujar Darmono, Rabu (26/2/2025).
Kepala SMPN 1 Gemuh Darmono menegaskan, SMPN 1 Gemuh benar-benar sudah melakukan pembiasaan yang menjadi budaya menjaga kebersihan.
“Jadi hal tersebut tidak diada-adakan. Menjaga lingkungan dari pembiasaan menjadi budaya sekolah. Bukan hanya mengharapkan juara, tapi poin pentingnya adalah menciptakan budaya cinta lingkungan. Itu yang ditanamkan pada seluruh warga sekolah,” tandasnya.
Lebih jauh Darmono berharap, SMPN 1 Gemuh ke depannya semakin ‘GEMILANG’ atau ‘Gerbang Menuju Insan Cemerlang”.
“Alhamdulillah, kesadaran keluarga besar warga sekolah SMPN 1 Gemuh sudah membudaya. Sehingga sekolahnya menjadi asri, bersih, sehat, dan tentunya nyaman,” ungkap Darmono. (*)
